Bandara Soetta pasang solar panel. FOTO: Angkasa Pura II
Bandara Soetta pasang solar panel. FOTO: Angkasa Pura II

Manfaatkan Energi Matahari, Bandara Soetta Pasang Solar Panel

Ekonomi bandara bandar udara angkasa pura ii bandara soekarno-hatta
Suci Sedya Utami • 25 September 2020 08:29
Jakarta: Bandara Soekarno-Hatta mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC). Pemasangan PLTS tersebut dalam rangka uji coba dan akan beroperasi penuh rencananya pada 1 Oktober 2020.
 
Sebanyak 720 solar panel sistem dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilo watt per peak (kWp) dipasang di atap gedung guna mengaliri listrik ke peralatan-peralatan di fasilitas AOCC. Gedung AOCC merupakan pos komando terintegrasi guna memastikan kelancaran operasional Soekarno-Hatta.
 
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan PLTS sebagai sumber energi di Gedung AOCC ini merupakan pintu masuk bagi Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk lebih digunakan di bandara-bandara perseroan. Pengoperasian PLTS, lanjut Awaluddin, merupakan upaya dalam menerapkan konsep green airport di Bandara Soekarno-Hatta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Energi baru terbarukan sudah selayaknya mendapat tempat di sektor kebandarudaraan nasional, dan PT Angkasa Pura II memulai ini di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia," kata Awaluddin dalam keterangan resmi, Jumat, 25 September 2020.
 
Pengoperasian PLTS di kawasan Bandara Soekarno-Hatta ini juga sejalan dengan upaya Kementerian BUMN dalam percepatan pengembangan dan pemanfaatan energi surya di BUMN.
 
Director of Engineering PT Angkasa Pura II Agus Wialdi mengatakan konsep green airport di Bandara Soekarno-Hatta membuat operasional bandara lebih efisien.
 
PLTS tersebut dibangun oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang juga menggandeng anak usaha PT LEN Industri yakni PT Surya Energi Indotama. Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arivin menambahkan PLTS ini merupakan wujud dan komitmen sinergi BUMN dalam pengembangan EBT.
 
"Kami harap kerja sama dan sinergi seperti ini bisa terus terjalin dan ditingkatkan kedepannya," ucap Arviyan.
 
Lebih lanjut, AP II dan stakeholder lainnya berkomitmen menerapkan konsep green airport di Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini antara lain ditunjukkan dalam pengoperasian taksi listrik oleh Blue Bird dan Grab, kemudian kereta listrik yakni Kereta Bandara dan Skytrain yang menghubungkan terminal-terminal, serta peralatan-peralatan berbasis listrik lainnya.
 
Adapun Terminal 4 yang akan dibangun di Bandara Soekarno-Hatta akan mengusung konsep smart airport dengan advanced technology untuk menerapkan smart mobility, smart security, dan juga smart environment yang semakin mempertegas konsep green airport.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif