Pipa Gas. Foto : Kementerian ESDM.
Pipa Gas. Foto : Kementerian ESDM.

Harga Gas Murah Diharap Pacu Aktivitas Ekonomi di Tengah Pandemi

Ekonomi gas
Suci Sedya Utami • 11 Agustus 2020 21:08
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berharap dengan implementasi harga gas industri USD6 per million british thermal unit (MMBTU) diharapkan akan memacu aktivitas ekonomi di tengah pandemi.
 
Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan dengan harga gas murah tersebut, industri penerima manfaat yang akan menggunkan gas bumi sebagai energi pokok diperkirakan akan memperoleh efisiensi yang cukup signifikan.
 
"Dengan harga gas murah tentu akan menurunkan beban pokok produksi sebagai katalis positif untuk memacu efisiensi dalam proses produksinya," kata Rachmat dalam keterangan resmi, Selasa, 11 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan demikian industri diharapkan dapat memacu ekspansi investasi dalam rangka memenuhi permintaan domestik yang kembali menggeliat serta memacu pengembangan produk ekspor. Sebagai contoh industri keramik menargetkan untuk mendongkrak daya saing, sementara industri sarung tangan karet harus produksi lebih karena permintaan sarung tangan karet yang tinggi di tengah pendemi.
 
Menurut Rachmat, industri penerima manfaat harga gas USD6 per MMBTU, pelan-pelan akan menunjukkan progress yang semakin baik mulai pertengahan Agustus ini. Penurunan harga gas untuk industri tertentu yang seiring dengan stimulus program pemerintah, juga diharapkan dapat memberi kontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Rachmat berharap dari sisi daya beli masyarakat akan kembali menggeliat agar optimisme kegiatan perekonomian industri meningkat.
 
“Kami berharap serapan gas dengan harga yang kompetitif, benar-benar dapat optimal dimanfaatkan untuk bisa memulihkan kembali kegiatan operasi,” ujar Rachmat.
 
Ia bilang sektor industri berkontribusi sekitar 40 persen dari struktur ekonomi nasional. Saat ini, PGN telah melayani di sekitar 41 Kawasan Industri dari 87 Kawasan Industri nasional.
 
Selama 2019, untuk mendukung pemanfaatan gas bumi dan efisiensi penggunaan bahan bakar, PGN menambah wilayah penyaluran gas bumi ke berbagai sektor industri, seperti di Dumai, PKC dan Purwakarta-Subang. Sebagai contoh, saat ini lebih dari 128 industri di delapan Kawasan Industri di wilayah Bekasi telah menggunakan gas bumi PGN.
 
Berdasarkan volume penyaluran gas bumi ke pelanggan, segmen pelanggan komersial-industri memiliki porsi penyaluran gas bumi paling besar yang menyerap gas bumi sebesar 99,4 persen dari total penyaluran PGN.
 
”Oleh karena itu, PGN grup sebagai penyalur gas utama konsisten untuk melakukan monitoring kehandalan pasokan dan kondisi operasional jaringan pipa gas agar pemenuhan kebutuhan gas tidak terhambat,” imbuh Rachmat.
 
Lebih lanjut, ke depan, PGN siap mendukung program pengembangan Kawasan Industri sebagai penggerak ekonomi sesuai dengan RJPMN 2020-2024, yang salah satunya Kawasan Industri Batang. Kemungkinan setelah selesainya pembangunan jalur pipa gas bumi Cirebon-Semarang, PGN akan mengembangkan infrastruktur gas CNG ataupun LNG. Selain itu, PGN akan membangun dan mengelola pipa gas di ruas Sei Mangkei-Dumai untuk mendorong pertumbuhan Kawasan Industri baru di sepanjang jalur pipa tersebut.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif