NEWSTICKER
Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Kementerian BUMN: Obat Covid-19 Dipasok ke RS Rujukan

Ekonomi Virus Korona kementerian bumn
Antara • 22 Maret 2020 10:00
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan bahwa obat-obatan untuk penanganan covid-19 akan terus dipasok sesuaikan kebutuhan rumah sakit rujukan.
 
"Ada dua yang disebutkan Pak Jokowi (Presiden RI), yakni Chloroquine dan Avigan, kebetulan yang diproduksi BUMN adalah Chloroquine," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu, 22 Maret 2020.
 
Ia menyampaikan bahwa Chloroquine itu diproduksi oleh BUMN Farmasi, yakni PT Kimia Farma (Persero) Tbk sehingga tidak perlu melakukan impor obat tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalaupun impor sifatnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tapi kalau Avigan memang belum produksi di Indonesia," ucapnya.
 
Ia menambahkan Chloroquine akan dipasok ke sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan covid-19.
 
"Mulai Sabtu, 21 Maret 2020, kita akan sebarkan obat ini ke rumah sakit-rumah sakit rujukan sesuai dengan kebutuhannya. Pasokan obat ini akan diberikan terus-menerus sesuai dengan kebutuhan dan permintaan," ucapnya.
 
Sebelumnya, Ahli mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra menjelaskan obat antimalaria chloroquine phosphate memiliki efek antivirus karenanya bisa digunakan dalam pengobatan pasien covid-19, penyakit akibat infeksi virus korona baru.
 
"Jadi zat klorokuin (chloroquine) punya antimalaria sekaligus punya aktivitas antivirus. Obat itu juga dipelajari untuk pengobatan HIV. Meski belum diketahui apakah bisa untuk virus apa saja, tapi yang jelas zat itu pernah diteliti juga punya aktivitas anti-HIV," katanya ketika dihubungi dari Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2020.
 
Ahli kesehatan Tiongkok sebelumnya mengumumkan telah menemukan cara baru dalam menangani pasien covid-19 dan menyatakan bahwa penggunaan obat antimalaria lebih efektif untuk merawat pasien covid-19.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif