Ilustrasi. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)
Ilustrasi. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Kementan Pastikan Distribusi Pangan Lancar Meskipun Ada Korona

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 28 Maret 2020 20:05
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan distribusi pangan tetap berjalan lancar selama masa pandemi korona covid-19. Masyarakat diminta tidak perlu khawatir dan menjamin kebutuhan pangan tetap terpenuhi.
 
"Meskipun (Jabodetabek) zona merah, kan masyarakat tetap butuh pangan. Petani kita tetap berproduksi dan mendistribusikan secara lancar," ujar Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Risfaheri, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020.
 
Risfaheri menegaskan, Kementan selalu memastikan stok dan produksi selalu ada di sektor hulu. Sedangkan kelancaran distribusi berada pada tupoksi Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat, Kementan tentunya berupaya agar pangan tersebut sampai ke masyarakat, sehingga bisa tercukupi," kata Risfaheri.
 
Dalam hal ini, Kementan berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya di DKI Jakarta, Gapoktan, dan pelaku usaha lainnya untuk memastikan kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan lancar.
 
"Kami selalu berusaha agar pasokan tetap tersedia. Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Jakarta maupun Bogor tetap buka dan selalu menyediakan bahan pangan dengan harga yang terjangkau," katanya.
 
Menurutnya, TTI memiliki efek psikologis yang kuat. Kehadiran TTI yang menyebar menjadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan pokok yang berkualitas dan terjangkau.
 
Ketersediaan dan distribusi yang lancar ke TTIC juga diakui Manajer Toko Tani Indonesia Center, BKP Kementan Inti Pertiwi Nashwari. "Tidak ada yang berhenti pasok pangan dari petani ke Jakarta, khususnya ke TTIC, sehingga tidak perlu khawatir TTIC dan TTI tetap buka untuk penuhi kebutuhan pangan masyarakat," ujar Inti.
 
Bekerjasama dengan Petani Champion
 
Inti yang juga Kepala Bidang Distribusi Pangan, BKP Kementan menambahkan, semua pemasok maupun petani champion yang bekerjasama dengan Kementan selalu siap sedia. "Untuk bawang merah, champion kami selalu sedia setiap kami minta dan setiap pemasok lainnya selalu siap dimintai pasokannya kapan saja," ujarnya.
 
Setiap harinya, TTIC maupun TTI selalu buka melayani pembeli. Untuk TTIC Pasar Minggu misalnya, pasokan daging yang masuk selalu diatas dua ton untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Ada juga telur yang mencapai 500-700 kg, dan beras mencapai lima ton yang selalu direstok setiap dua hingga tiga hari dari petani Jawa Barat.
 
"Sayuran aman, karena dipasok setiap hari dan segar. Untuk kelangkaan gula, per hari ini (Kamis 26, Maret) akan dipasok 10 ton," ujar dia.
 
Berdasarkan data TTI, hingga sekarang, sudah ada dua TTIC yang terletak di Jakarta dan Bogor. Sedangkan 232 TTI tersebar di DKI Jakarta, 143 TTI di Bogor, lima TTI di Bekasi, dan 24 TTI di Tangerang dan Tangerang Selatan
 
Kestabilan harga di pasar juga menjadi fokus bersama Kementan dan Kemendag hingga saat ini. Apabila diperlukan, akan dilakukan operasi pasar.
 
"Kita lihat perkembangan harga yang terjadi. Bila diperlukan tentu dilakukan upaya stabilisasi harga. Tetapi cara atau bentuknya nanti harus disesuaikan dengan SOP social distancing," ucapnya.

 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif