Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Kamdani. Foto: MI/Ramdani
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Kamdani. Foto: MI/Ramdani

Kadin Bantu Pastikan Perusahaan Patuhi Protokol Kenormalan Baru

Ekonomi kadin Kenormalan Baru
Antara • 27 Mei 2020 12:18
Jakarta: Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Kamdani mengatakan bahwa pelaku usaha pada prinsipnya siap untuk kembali melakukan aktivitas ekonomi, sambil mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah pada situasi kenormalan baru.
 
“Kami juga mau bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan protokol tersebut dipatuhi perusahaan dan orang-orang yang bekerja di perusahaan agar tempat kerja tidak menjadi pusat penyebaran pandemi covid-19,” kata Shinta seperti dikutip dari Antara, Rabu, 27 Mei 2020.
 
Saat ini, lanjut Shinta, pelaku usaha berkoordinasi dengan pemerintah tengah mempersiapkan gugus tugas dan Standar Operasional Prosedur (SOP) termasuk protokol kesehatan pada masing-masing sektor, mengingat kondisi kerja di setiap sektor berbeda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dengan demikian, normalisasi kegiatan ekonomi perusahaan secara nasional bisa berjalan lebih lancar,” ujar Shinta.
 
Terkait dampak terhadap kinerja manufaktur serta ekspor-impor, Shinta memandang masih perlu melihat bagaimana proses normalisasi tersebut akan berjalan.
 
Menurut Shinta, pelaku usaha berharap dengan kenormalan baru, kinerja manufaktur dan ekspor-impor bisa ditingkatkan dibandingkan dua bulan terakhir.
 
“Secara logis dengan kenormalan baru, seharusnya hambatan-hambatan logistik, pembatasan-pembatasan jam operasional, berbagai bentuk karantina dan tekanan untuk tutup operasi dari pemerintah daerah akan turun, sehingga kegiatan operasi perusahaan baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor bisa berkurang drastis dan kinerja manufaktur nasional bisa lebih tinggi,” ungkap Shinta.
 
Namun, Shinta menambahkan tekanan pada kinerja manufaktur dan ekspor-impor tidak hanya terjadi karena regulasi terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau pengendalian pandemi lain, tetapi juga karena adanya faktor tekanan permintaan pasar nasional dan global belum diketahui waktu pemulihannya.
 
Kadin memproyeksikan bahwa permintaan terhadap ekspor dan konsumsi nasional akan naik pascakenormalan baru dibanding satu hingga dua bulan terakhir. Namun, peningkatannya dinilai akan lama dan belum akan setinggi seperti pada masa pra-pandemi.
 
Hal tersebut dapat terjadi apabila kenormalan baru sukses ditransisikan pelaksanaannya tanpa menciptakan peningkatan penyebaran wabah di Indonesia secara lebih eksponensial dari saat ini.
 
“Dengan demikian, tidak ada tekanan dari masyarakat atau komunitas internasional terkait respons kebijakan nasional tentang pandemi yang dapat mendorong terciptanya diskriminasi perdagangan atau sentimen negatif terhadap iklim usaha dan investasi di Indonesia,” papar Shinta.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif