Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: MI/Ramdani
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: MI/Ramdani

Strategi BKPM Tarik Investasi di Masa Pandemi

Ekonomi investasi BKPM
Eko Nordiansyah • 04 Agustus 2020 11:31
Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyiapkan strategi untuk menarik investasi di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Pertama, BKPM akan mendorong investasi mangkrak yang ada di Indonesia agar bisa direalisasikan.
 
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini ada kurang lebih Rp708 triliun investasi mangkrak yang belum terselesaikan. Padahal, rencana investasi tersebut sudah masuk ke Indonesia sejak tiga hingga empat tahun lalu, namun terkendala sejumlah masalah.
 
"Ini enggak terselesaikan. Nah makanya kami fokus, karena ibarat main bola itu kayak Juventus, menyerang dan bertahan. Jadi kita bertahan, kita menyelesaikan dulu yang ada," kata dia dalam webinar di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, rata-rata permasalahan yang dihadapi oleh investor adalah arogansi sektoral antara kementerian/lembaga, tumpang tindih antar aturan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, hingga persoalan pembebasan lahan.
 
Di samping investasi mangkrak, BKPM juga tetap berupaya menarik investasi baru. Bukan hanya investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) saja tetapi juga Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), termasuk pula Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
 
"Kemudian di aspek lain kami juga mendorong PMDN. Kita tahu, ketika FDI kita kurang masuk, maka potensi yang ada dalam negeri kita harus maksimalkan. Caranya kita coba datangi setiap perusahaan yang berpotensi melakukan ekspansi," jelas dia.
 
Bahlil menambahkan BKPM saat ini tidak hanya membantu pengurusan izin saja, tapi juga membantu penyelesaian masalah yang dihadapi investor. Tujuannya adalah agar ada percepatan realisasi investasi meski di tengah kondisi pandemi covid-19.
 
"BKPM mendorong mereka untuk bisa melakukan percepatan. Karena kondisi covid ini tidak lagi kita memakai rujukan dengan cara yang lazim, ini harus di luar kelaziman semuanya. Ada masalah, diselesaikan, ada masalah, diselesaikan. Inilah yang harus kita lakukan," pungkasnya.
 
(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif