Garuda Indonesia. Foto : AFP.
Garuda Indonesia. Foto : AFP.

Demi Kepercayaan, Garuda Masih Berkomitmen Kosongkan Kursi Tengah

Ekonomi Garuda Indonesia
Suci Sedya Utami • 04 Agustus 2020 17:57
Jakarta: Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra menegaskan maskapai penerbangan pelat merah yang ia pimpin masih berkomitmen untuk menerapkan pembatasan fisik (physical distancing) dengan mengosongkan kursi tengah.
 
"Iya dong itu komitmen kita," kata Irfan pada Medcom.id, Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Ifran menegaskan pembatasan fisik merupakan suatu keharusan yang dilakukan oleh Garuda dalam menekan angka penyebaran virus korona di dalam pesawat kendati para penumpang yang masuk ke kabin telah dinyatakan bebas dari covid-19 melalui rapid test atau PCR-swab test.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mengatakan komitmen tersebut tetap dijalankan untuk meningkatkan kepercayaan publik pada industri penerbangan. Apalagi, Irfan berkali-kali mengkampanyekan pada masyarakat saat ini terbang dengan Garuda Indonesia aman dan tidak perlu khawatir.
 
"Kita meyakini bahwa distancing adalah sesuatu yang harus dilaksanakan," jelas Irfan.
 
Sebelumnya, Lion Air Group mengakui mengakomodir keinginan penumpang tertentu yang duduk berdampingan atau bersebelahan tanpa ada jarak. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan biasanya yang meminta duduk tanpa jarak yakni penumpang dengan kategori rombongan atau keluarga.
 
Ia mengatakan jika ada kelompok penumpang keluarga atau rombongan tertentu yang menginginkan dalam satu penerbangan dengan duduk berdekatan atau satu baris tentunya merupakan penumpang kategori PCR atau swab hasil negatif. Sedangkan penumpang yang bukan dalam satu keluarga atau rombongan tertentu akan diusahakan ada jarak.
 
Selain itu Danang mengatakan pihaknya mengacu pada aturan International Air Transport Association (IATA) yang menganjurkan atau tidak merekomendasikan kursi tengah sebagai jarak dalam satu baris sehingga dengan kata lain boleh diisi penumpang.
 
Namun tentunya harus tetap menerapkan penggunaan masker, pemeriksaan suhu penumpang pekerja bandar udara dan pelancong sehingga aliran udara dari langit-langit ke lantai semakin mengurangi potensi transmisi ke depan atau belakang di kabin dan lainnya.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif