Bus Pariwisata. Foto : Medcom.id.
Bus Pariwisata. Foto : Medcom.id.

Pengusaha Bus Pariwisata Dukung Cegah Penyebaran Covid-19

Ekonomi Virus Korona pariwisata indonesia
Antara • 29 Maret 2020 12:59
Purwokerto: Salah seorang pengusaha bus pariwisata di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Andri Latif Nurrosid mengajak para pengusaha bus pariwisata untuk ikut mendukung program pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus korona atau covid-19.
 
"Kemarin banyak permintaan unit (armada) dari Jakarta. Mulai dari yang kapasitas 15 orang, kapasitas 35 orang, bahkan ada yang kapasitas 50 orang," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, dikutip dari Antara, Minggu, 29 Maret 2020.
 
Menurut dia, permintaan itu kebanyakan dari agen-agen bus antarkota antarprovinsi (AKAP) karena sudah banyak pengusaha bus AKAP reguler yang mengurangi jam pemberangkatan, sehingga mereka berupaya menggandeng bus pariwisata untuk menjemput penumpang di Jakarta guna dibawa pulang ke daerah masing-masing.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan pihaknya secara tegas menyatakan menolak permintaan untuk membawa penumpang dari Jakarta maupun kota-kota lainnya yang sudah terpapar covid-19.
 
Bahkan, dia juga mengajak pengusaha bus pariwisata lainnya untuk melakukan langkah serupa sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran covid-19.
 
"Nah, yang masih menjadi dilema kami, yaitu mereka yang memakai mobil pribadi atau travel pelat hitam. Kami sudah gencarkan untuk tidak membawa penumpang dari sana (Jakarta), tetapi banyak sekali oknum yang masih mengambil penumpang di sana," kata pemilik Yudistira Trans itu.
 
Andri mengatakan pihaknya sudah menghentikan sementara layanan Yudistira Trans untuk kegiatan pariwisata dan sejenisnya sejak 14 Maret 2020 atau selang dua hari setelah ada surat edaran untuk mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan covid-19.
 
Oleh karena itu, kata dia, seluruh armada Yudistira Trans hingga saat sekarang tetap berada di garasi.
 
"Kemarin armada kami memang ada yang keluar garasi, tapi hal itu untuk membantu rekan-rekan kami di lapangan yang masih jaga Posko Pemantauan covid-19. Kami juga dikawal Polresta Banyumas untuk memberikan bantuan berupa hand sanitizer gratis pada Sabtu, 28 Maret 2020," jelasnya.
 
Pernyataan Andri untuk tidak membawa penumpang dari Jakarta itu pun dia unggah melalui Facebook dengan akun Alwidana Latif Yudistira pada Sabtu malam dan hingga Minggu pagi telah disukai oleh 974 orang dan telah ada 400 komentar serta 283 kali dibagikan.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif