Objek wisata di Yogyakarta. Foto : MI/Arya Manggala.
Objek wisata di Yogyakarta. Foto : MI/Arya Manggala.

Asita: Bisnis Paket Wisata Capai Titik Terendah

Ekonomi pariwisata indonesia
Antara • 31 Maret 2020 15:49
Yogyakarta: Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat pemesanan paket wisata di Yogyakarta mencapai titik terendah, karena 100 persen wisatawan telah melakukan pembatalan sejak muncul wabah Virus Korona atau covid-19 di Tanah Air.
 
"Artinya bahwa kami pada periode Minggu lalu hingga akhir Maret sudah tidak memiliki tamu sama sekali," kata Ketua Asita DIY Udhi Sudiyanto dikutip dari Antara, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Menurut dia, persebaran virus korona jenis baru di Indonesia menjadi kekhawatiran wisatawan untuk melakukan perjalanan, karena tentu mereka ingin mendapatkan jaminan keamanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga dengan alasan keamanan dan keselamatan banyak wisatawan menunda atau pun membatalkan kunjungan mereka," kata Udhi.
 
Menurut Udhi, pembatalan pemesanan paket wisata mulai banyak bermunculan sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan adanya warga Indonesia yang terjangkit covid-19 sehingga pada periode awal Maret 2020 pembatalan mencapai 15-20 persen dan penjadwalan ulang mencapai 50-70 persen.
 
Sedangkan untuk April 2020 sudah mengalami pembatalan wisatawan, khususnya dari negara-negara yang pendemi seperti Prancis, Jerman, Spanyol, Malaysia, dan Tiongkok.
 
"Pembatalan tersebut tidak hanya untuk mereka yang bergerak di bidang tour inbound dan domestik, tetapi juga mereka yang bergerak di tour outbond seperti tur ke Eropa dan umrah," kata Udhi.
 
Menurut dia, diperlukan kesadaran dari semua pihak untuk bersama sama saling membantu dan mencegah penyebaran covid-19 di dunia, khususnya di Indonesia yang sudah mencapai titik sangat mengkhawatirkan.
 
"Tingkat kekhawatiran tersebut tentu berpengaruh terhadap wisatawan ke Yogyakarta. Tidak hanya dari negara atau wilayah yang pendemi, akan tetapi dari daerah atau negara yang tidak pendemi," kata dia.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif