Ilustrasi Kartu Prakerja - - Foto: Medcom
Ilustrasi Kartu Prakerja - - Foto: Medcom

Kelanjutan Kartu Prakerja Gelombang 4 Tunggu Perpres Baru

Ekonomi Kartu Prakerja
Eko Nordiansyah • 30 Juni 2020 14:10
Jakarta: Penghentian pendaftaran kartu prakerja untuk gelombang empat dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan. Manajemen Pelaksana masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) baru.
 
"Untuk gelombang IV itu kami masih menunggu Perpres yg baru ditandatangani, itu sesuai dengan arahan dari Komite Cipta Kerja," kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.
 
Perpres baru dimaksudkan untuk menggantikan Perpres Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja. Sejumlah penyempurnaan ketentuan akan dilakukan dalam revisi tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Isi dari perubahan tersebut sebenarnya menegaskan hal-hal yang barangkali itu menjadi sumber katakan lah salah pengertian atau beda persepsi di antara masyarakat dan juga memberikan kejelasan kepada kementerian/lembaga," jelas dia.
 
Denni menjelaskan salah satu yang diatur dalam Perpres baru adalah pasal mengenai covid-19. Sebab dalam Perpres 36/2020 sebelumnya tidak mempertimbangankan terjadinya pandemi covid-19. Tak hanya itu, ada pula pasal tuntutan pidana.
 
"Tuntutan pidana bagi mereka yang memberikan informasi yang tidak benar terkait identitas dirinya dan memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi, juga terkait larangan terhadap beberapa anggota kelompok masyarakat misalnya saja ASN TNI/Polri untuk menjadi peserta," ungkapnya.
 
Selain itu, aturan yang baru juga akan menegaskan bahwa bantuan dalam program kartu prakerja ini tidak tergolong kepada pengadaan barang dan jasa. Hal ini untuk menegaskan penjelasan dari kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) maupun menteri keuangan.
 
Hingga saat ini Manajemen Pelaksana masih memperbaiki program tersebut agar berjalan sesuai ketentuan. Berbagai masukan serta evaluasi akan menjadi pertimbangan dalam proses perbaikan itu.
 
"Dilakukan evaluasi dulu sehingga ada delay. Kami sebagai pelaksana tidak bisa jalan terus. Jadi intinya adalah, makanya ini seperti bayi yang baru lahir ketidaksempurnaan pasti ada. Bahwa evaluasi dilakukan dengan cepat, perbaikan dilakukan dengan cepat," pungkas dia.

 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif