Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo - - Foto: MI/ Yoseph
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo - - Foto: MI/ Yoseph

Mentan Ajak Dosen hingga Penyuluh Ciptakan Inovasi Teknologi Pertanian

Husen Miftahudin • 23 Maret 2022 16:55
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian untuk menciptakan inovasi teknologi pertanian di tengah tantangan perubahan iklim (climate change) yang terjadi saat ini.
 
"Saat ini kita dihantam oleh perubahan iklim atau climate change yang menjadi hambatan kita dalam mencapai tujuan-tujuan pembangunan pertanian. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia kita dihantui climate change," ujar Syahrul dalam acara Training Of Trainer (TOT) Sistem Pengelolaan Taxi Alsintan, Rabu, 23 Maret 2022.
 
Menurutnya, inovasi teknologi pertanian penting dilakukan untuk mendongkrak produktivitas pangan nasional. Terlebih, saat ini dunia tengah dihadapi risiko ketidakpastian dari berlanjutnya wabah pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Syahrul menekankan, dalam memajukan pertanian dibutuhkan kemampuan dan kemauan yang kuat dari para pemangku kepentingan terkait seperti widyaiswara, dosen, guru, hingga penyuluh pertanian. Sehingga, peningkatan produktivitas pertanian tidak melulu mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
"Dalam hal ini perlu diterapkan mind setting (pola pikir) agenda intelektual atau mind setting berpikir kita agar segala upaya harus dilakukan dengan mengandalkan nalar berpikir untuk membuat solusi di segala tantangan," jelasnya.
 
Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan pertanian untuk bersama-sama menggunakan kemampuan berpikir, terobosan, dan kolaborasi dalam menghadapi semua tantangan.
 
"Jangan hanya bersandar pada proyek dan anggaran saja, tetapi mau menggunakan segala cara yang positif dengan menggunakan nalar sehat kita, tidak membohongi nalar kita agar bisa menghadirkan suatu gerakan-gerakan pertanian untuk hari ini, besok, dan masa yang akan datang," tegas Syahrul.

 
Ia menyatakan sektor pertanian sejauh ini terbukti mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebagai catatan, Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian pada kuartal II-2020 tumbuh sebesar 16,24 persen (qtq) dan pada kuartal I-2021 tumbuh 2,95 persen (yoy).
 
"Oleh karena itu kita harus bangga, kalau kita kerja keras, kita bersatu, dan menjalin kerja sama baik pikiran, hati, maupun gerakan di lapangan, membuat sektor pertanian bertumbuh positif," pungkas Syahrul.
 
(Des)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif