SILO diprediksi mencatatkan pendapatan Rp9,77 triliun. Foto: MI
SILO diprediksi mencatatkan pendapatan Rp9,77 triliun. Foto: MI

Sektor Kesehatan Positif, Pendapatan SILO Diprediksi Rp9,77 Triliun

Ekonomi lippo karawaci siloam international hospital Industri Kesehatan
Rizkie Fauzian • 22 Januari 2022 11:57
Jakarta: Kinerja sektor kesehatan di Indonesia diprediksi tumbuh tahun ini. Hal tersebut didorong oleh berbagai faktor positif, seperti permintaan terhadap layanan dan produk kesehatan yang terus meningkat.
 
Di samping itu, Pemerintah menetapkan anggaran kesehatan sebesar Rp255,3 triliun pada 2022. Adapun rinciannya yakni Rp139,4 triliun untuk anggaran kesehatan reguler (meningkat 11,3 persen Year on Year).
 
Selain itu, anggaran sebesar Rp115,9 triliun juga digelontorkan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk penanganan covid-19 (menurun 42,4 persen Year on Year). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam laporan bertajuk Market Outlook 2022: Healthcare Sector, PT Ciptadana Sekuritas Asia menyebutkan bahwa dari sisi suplai pasar Indonesia masih kurang terpenetrasi.
 
Menurut data Bank Dunia, rasio tempat tidur rumah sakit di Indonesia untuk setiap 1.000 penduduk hanya 1,2 kali, lebih rendah dari Singapura 2,3 kali, dan Korea Selatan 12,27 kali. 
Rasio dokter untuk setiap 1.000 penduduk hanya 0,4 kali, lebih rendah dibandingkan negara lain. 
 
Dari sisi belanja, belanja kesehatan juga masih rendah, yaitu sebesar 2,9 persen dari PDB, lebih rendah dari rata-rata negara-negara dengan tingkat pendapatan rendah sebesar 6,1 persen dari PDB.
 
"Bahkan dengan pengeluaran perawatan kesehatan yang rendah saat ini, sebagian besar rumah sakit swasta sudah penuh sesak dan menguntungkan, yang menyiratkan peluang pertumbuhan yang sangat besar," tulis riset tersebut.
 
Ciptadana Sekuritas Asia juga memperkirakan salah satu emiten sektor healthcare yang dapat meningkatkan performa pada 2022 adalah PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). 
 
SILO diprediksi mencatatkan pendapatan Rp9,77 triliun dan laba Rp722 miliar pada 2022. Angka tersebut meningkat dari proyeksi pendapatan pada 2021 yang sebesar Rp8,12 triliun dengan laba bersih Rp622 miliar. 
 
Pertumbuhan kinerja SILO tentunya berdampak positif terhadap PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebagai induk usaha dan pemegang saham utama SILO sebesar 55,4 persen. 
 
Komisaris Utama SILO sekaligus CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa LPKR melalui SILO berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan di Indonesia. 
 
"Industri kesehatan merupakan salah satu industri atau sektor yang penting dan perlu dikembangkan di Indonesia. Terlebih lagi, perekonomian diperkirakan semakin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan semakin tinggi," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Januari 2022.
 
Saat ini, SILO mengelola dan mengoperasikan 40 rumah sakit, terdiri dari 14 rumah sakit di wilayah Jabodetabek dan 26 rumah sakit yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. 
 
Jaringan SILO telah memiliki 2.700 dokter umum dan spesialis, serta lebih dari 15 ribu perawat dan staf pendukung.
 
(KIE)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif