Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan - - Foto: dok Kemenko Marves
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan - - Foto: dok Kemenko Marves

Jurus Luhut Keluar dari Jebakan Supremasi Tiongkok dan India

Ekonomi India investasi industri farmasi Tiongkok Luhut Pandjaitan Industri Kesehatan pandemi covid-19 Alat Kesehatan
Husen Miftahudin • 25 Januari 2022 19:49
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya mendorong investasi di sektor kesehatan. Hal tersebut akan menghindarkan Indonesia dari jebakan supremasi Tiongkok dan India yang kini menjadi pusat produk farmasi dunia.
 
"Di sektor kesehatan, covid-19 telah memperlihatkan pentingnya reformasi sistem kesehatan nasional dikarenakan kurangnya kapasitas rumah sakit, produksi farmasi, alkes (alat-alat kesehatan), dan tenaga kesehatan ketika berhadapan dengan varian Delta," ujar Luhut dalam acara Economic Outlook yang diselenggarakan Hipmi, Selasa, 25 Januari 2022.
 
Luhut mengakui pemerintah sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan obat-obatan ketika tengah dihadapi gelombang kedua covid-19 pada pertengahan 2021. Di sisi lain, negara-negara produsen obat-obatan juga sedang mendahulukan kepentingan domestik negara masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga sangatlah penting pemerintah fokus pada investasi di sektor kesehatan. Banyak negara kini juga turut fokus pada hal yang sama, karena mereka tidak mau terjebak dalam supremasi RRT (Tiongkok) dan India sebagai pusat produksi farmasi," tegasnya.

 
Luhut menambahkan ketika sedang menghadapi covid-19, semua pihak tidak dapat menghindari ketidakpastian. Pada saat itu, pemerintah hanya dapat menyiapkan perekonomian dalam negeri agar tahan menghadapi berbagai tekanan.
 
"Pemulihan ekonomi dan transformasi ekonomi dilakukan secara berdampingan dengan mempertimbangkan tantangan global yang semakin besar," tutur dia.
 
Di sisi lain, Luhut juga tak segan melayani para investor yang kesulitan berinvestasi di Indonesia. Hal ini sebagai langkah tegas pemerintah dalam menggencarkan investasi di dalam negeri.
 
"Ke depannya kita akan terus fokus pada implementasi aturan-aturan untuk memudahkan investasi yang mendorong transformasi ekonomi Indonesia. Saya berharap rekan-rekan investor tidak segan-segan mengontak saya jika mengalami kesulitan dalam investasi," sebut Luhut.
 
Dari segi regulasi, lanjutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai reformasi untuk mendukung investasi yang dapat mendorong transformasi ekonomi Indonesia. Dalam hal ini pemerintah terus mengeluarkan Undang-Undang Cipta Kerja dan segala peraturan turunannya.
 
"Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja ini akan memudahkan investasi dengan perizinan yang berbasis risiko," tuturnya.
 
Di sisi lain, pemerintah memastikan akan terus menyiapkan skema insentif yang menarik untuk mendorong investasi masuk ke tanah air, baik untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
 
Insentif yang ditawarkan antara lain pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) badan kepada industri pionir yang berinvestasi dengan nilai tertentu dengan jangka waktu investasi tertentu atau tax holiday.
 
"Kemudian kemudahan perizinan, insentif kawasan industri, serta mengutamakan TKDN untuk pengadaan pemerintah," pungkas Luhut.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif