Ilustrasi subsidi tarif listrik - - Foto: Antara/ Jojon
Ilustrasi subsidi tarif listrik - - Foto: Antara/ Jojon

Realisasi Subsidi dan Stimulus Keringanan Listrik 2020 Tembus Rp62,79 Triliun

Ekonomi PLN tarif listrik subsidi listrik
Suci Sedya Utami • 22 Januari 2021 15:13
Jakarta: Pemerintah mencatat realisasi subsidi listrik reguler dan kompensasi stimulus keringanan listrik sepanjang pandemi 2020 sebesar Rp62,79 triliun. Jumlah tersebut merupakan nilai yang mesti dibayarkan pemerintah kepada PT PLN (Persero).

Namun, besaran tersebut belum termasuk realisasi kompensasi bagi PLN untuk kebijakan penahanan tarif adjustment pelanggan nonsubsidi 13 golongan.
 
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi subsidi reguler sebesar Rp49,65 triliun untuk sekitar 37 juta pelanggan.
 
Sementara untuk subsidi listrik realisasinya mencapai Rp13,15 triliun, untuk 33,03 pelanggan dari total kebutuhan anggaran Rp13,30 triliun untuk 32,94 pelanggan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi mengatakan untuk realisasi stimulus keringanan tagihan listrik realisasinya mencapai 98,9 persen.  
 
"Realisasi dari stimulus 2020 sudah mencapai 99 persen," kata Hendra dalam webinar, Jumat, 22 Januari 2021.
 
Secara rinci stimulus tersebut diberikan dalam bentuk diskon tarif 100 persen untuk pelanggan rumah tangga daya 450 volt ampere (va) sejak April-Desember 2020 dengan realisasi sebesar Rp8,82 triliun untuk 23,67 juta pelanggan.
 
Selanjutnya diskon tarif 50 persen untuk pelanggan rumah tangga daya 900 va subsidi sejak April-Desember 2020 sebesar Rp2,47 triliun untuk 7,62 juta pelanggan.
 
Kemudian diskon tarif pelanggan bisnis dan industri kecil daya 450 va sejak Mei-Desember 2020 masing-masing realisasinya sebesar Rp150,09 miliar untuk 628,18 ribu pelanggan dan Rp11 juta untuk 335 pelanggan.
 
"Pembebasan rekening minimum dan biaya beban atau abonemen selama Juli-Desember 2020 untuk golongan sosial sebesar Rp171 miliar untuk 619,31 ribu pelanggan, golongan bisnis Rp864,7 miliar untuk 470,68 ribu pelanggan dan golongan industri Rp671,16 miliar untuk 18,52 ribu pelanggan," pungkas dia.  
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif