Kementerian Perdagangan menyatakan saat ini terjadi sedikit kenaikan harga kedelai dunia. Foto: AFP
Kementerian Perdagangan menyatakan saat ini terjadi sedikit kenaikan harga kedelai dunia. Foto: AFP

Harga Kedelai Naik, Kemendag Pastikan Harga Tahu-Tempe Stabil

Ekonomi Kementerian Perdagangan harga kedelai
Annisa ayu artanti • 01 Maret 2021 20:58
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga tahu dan tempe masih stabil.
 
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Syailendra mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk menjaga harga kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe sama seperti bulan lalu, yaitu Rp9.500 per kg.
 
"Sehingga harga tahu masih terus stabil di kisaran Rp650 per potong dan harga tempe di kisaran Rp16 ribu per kg," kata Syailendra dalam keterangan tertulis, Senin, 1 Maret 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, meskipun saat ini terjadi sedikit kenaikan harga kedelai dunia, Kementerian Perdagangan menjamin stok kedelai penyediaan Maret 2021 masih cukup untuk memenuhi kebutuhan industri perajin tahu dan tempe nasional.
 
Berdasarkan Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia untuk penyediaan Februari 2021 masih berada di kisaran USD13,71 per bushels dan untuk penyediaan Maret naik kisaran 0,8 persen menjadi USD13,82 per bushels.
 
"Tingginya harga kedelai di tingkat perajin tahu dan tempe tersebut merupakan dampak pergerakan harga kedelai dunia sejak pertengahan tahun lalu hingga sekarang," ujarnya.
 
Lebih lanjut, Syailendra menyampaikan, sejak paruh kedua tahun lalu harga kedelai dunia naik hingga hampir 30 persen. Hal tersebut berdampak pada penyesuaian harga tahu dan tempe di pasar yang naik menjadi rata-rata 20 persen.
 
"Penyesuaian harga tahu dan tempe di pasar merupakan dampak dari adanya kenaikan harga kedelai dunia karena mayoritas kebutuhan kedelai di Indonesia masih dipenuhi oleh impor, sehingga fluktuasi perkembangan harga komoditi kedelai dunia akan berdampak secara langsung pada harga bahan baku kedelai untuk tahu dan tempe di Indonesia," jelasnya.
 
Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia guna memastikan harga kedelai di tingkat perajin tahu dan tempe, serta harga tahu dan tempe di pasar berada di tingkat yang wajar.
 
Ia juga mengimbau para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok kedelai secara rutin kepada seluruh perajin tahu dan tempe, termasuk anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo).
 
"Kami berharap produksi tahu dan tempe dapat terus berjalan dan masyarakat masih tetap mendapatkan tahu dan tempe dengan harga terjangkau," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif