Ilustrasi jenis BBM yang diimpor dari luar negeri - - Foto: dok Pertamina
Ilustrasi jenis BBM yang diimpor dari luar negeri - - Foto: dok Pertamina

Pengurangan Impor BBM Bikin RI Hemat Devisa USD9 Miliar/Tahun

Ekonomi impor BBM devisa negara Kementerian ESDM
Suci Sedya Utami • 03 Maret 2021 21:03
Jakarta: Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline atau bensin. Bahkan di 2030 Indonesia ditargetkan bebas dari impor gasoline.
 
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan dari target tersebut Indonesia bisa menghemat devisa negara sebesar USD9 miliar per tahun. Salah satu upaya yang dilakukan yakni meningkatkan produksi minyak mentah (crude) dari lapangan dalam negeri maupun akuisisi di luar negeri.
 
"Dengan program-program ini bisa lakukan penghematan devisa untuk impor BBM. Dalam 20 tahun penghematan cukup signifikan USD9 miliar per tahun," kata Arifin dalam diskusi daring Peta Jalan Menuju Ketahanan dan Percepatan Transisi Energi Nasional, Rabu, 3 Maret 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejalan dengan peningkatan produksi crude, pengembangan kilang juga dilakukan dengan revitalisasi kilang existing atau refinery development master plan (RDMP) maupun pembangunan satu kilang baru atau grass root refinery (GRR). Beroperasinya kilang-kilang ini nantinya akan membantu mengurangi impor di 2025 sebesar 290 ribu bph dan 2030-2040 sebesar 532 ribu bph.
 
Kemudian melalui program Bahan Bakar Gas (BBG).  Arifin menyebut Indonesia memiliki sumber gas yang banyak sehingga kendaraan-kendaraan seperti bajaj, bus dapat mendorong penggunaan BBG. Selanjutnya, pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN), dan Kendaraan bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLBB).
 
"Sekarang kecenderungan transportasi menggunakan kendaraan listrik. Kita memiliki sumber-sumber baterai yang akan kita olah dengan proses hilirisasi sehingga bisa hasilkan baterai," tutur Arifin.
 
Dalam Grand Strategi Energi Nasional (GSEN), kebutuhan BBM domestik diproyeksikan akan meningkat dari 1,13 juta bph di 2020 menjadi 1,36 juta bph di 2025, 1,55 juta bph di 2030, dan mencapai 1,98 juta bph di 2040. Dari seluruh kebutuhan tersebut, impor bensin yang masih dibutuhkan sebesar 194 ribu bph di 2025.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif