Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga. Foto : Medcom.id.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga. Foto : Medcom.id.

Kemendag-Bappenas Gagas Proyek Percontohan Gudang Korporasi Petani Senilai Rp50 Miliar

Ekonomi pertanian Bappenas Petani Kementerian Perdagangan Food Estate
Husen Miftahudin • 18 Oktober 2021 20:46
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen mendukung program pengembangan korporasi petani, khususnya untuk menyokong food estate atau Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) dan penguatan kawasan sentra produksi pertanian, perikanan dan hewani.
 
Bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kemendag menggagas proyek percontohan pembangunan gudang korporasi petani untuk komoditas bawang merah di KSPP Humbang Hasundutan, Sumatra Utara. Proyek percontohan gudang korporasi untuk bawang merah akan dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp50 miliar.
 
"Gudang dimaksud diharapkan menjadi sarana dan prasarana perdagangan utamanya sebagai sarana distribusi. Untuk itu, diperlukan sistem pengelolaan yang menjamin kepastian terkait arus barang masuk, penanganan komoditas di dalam gudang, prosedur penyimpanan, dan jalur pemasaran agar terciptanya usaha korporasi petani yang berkelanjutan," ucap Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dikutip dari siaran pers, Senin, 13 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gudang korporasi petani ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain stasiun penerimaan, stasiun pembersihan, stasiun pengeringan, stasiun pengemasan, stasiun penyimpanan, dan stasiun distribusi. Pengelolaan gudang korporasi ini selanjutnya akan diserahkan kepada korporasi petani sebagaimana penjabaran lebih lanjut terkait penugasan yang terdapat dalam kebijakan nasional tematik KSPP.
 
Terkait hal tersebut, Jerry juga meminta komitmen kuat dari jajaran Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sebagai pemimpin, pengayom, dan pendamping program gudang korporasi petani. Pertama, Pemkab Humbang Hasundutan diharapkan dapat segera menginventarisasi petani yang bersedia tergabung dalam kelembagaan pengelola gudang.
 
"Kedua, meningkatkan intensitas komunikasi kepada pemerintah pusat, baik Kemendag maupun Bappenas, terkait persiapan pelaksanaan baik pembangunan fisik, nonfisik, serta SDM guna mendukung optimalisasi pemanfaatan gudang secara berkelanjutan," tegasnya.
 
Melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), bentuk lain dukungan Kemendag untuk program pengembangan korporasi petani yaitu mendukung pembinaan dan pengembangan pemasaran produk. Dukungan tersebut termasuk untuk jangkauan pasar ekspor dan pembinaan standar mutu komoditas.
 
Terkait alternatif pembiayaan, dapat juga menggunakan instrumen Sistem Resi Gudang. Kelembagaan korporasi diharapkan semakin bertumbuh dengan semakin baiknya dukungan administrasi dan kapasitas permodalan, khususnya dalam hal peningkatan skala ekonomi.
 
"Hal ini akan memberikan daya saing, baik harga maupun kualitas komoditas, sehingga secara umum, akan mampu meningkatkan nilai perdagangan dan penyediaan stok pangan untuk mendukung kestabilan konsumsi masyarakat," pungkas Jerry.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif