Pandemi Covid-19. Foto : AFP.
Pandemi Covid-19. Foto : AFP.

Strategi Perusahaan Padat Karya Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19

Ekonomi natal dan tahun baru Padat Karya WHO covid-19 pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 21 Oktober 2021 17:24
Jakarta: Salah satu pendiri ArwudaHealth Sony Subrata membeberkan sejumlah strategi perusahaan padat karya dalam menghadapi covid-19 gelombang ketiga yang diperkirakan terjadi pada Desember 2021 hingga Februari 2022. Hal ini melihat melonjaknya mobilitas masyarakat di akhir tahun, yakni saat menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.
 
Strategi ini disusun berdasarkan berbagai rekomendasi dari World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), American Society of Heating Refrigerating and Air Conditioning (ASHRAE), serta Occupational Health and Safety Management, International Organization for Standardization (ISO/PAS 45005:2020).
 
Strategi tersebut diawali dengan strategi preventif, yakni pengadaan audit area, fasilitas dan disiplin kerja, optimalisasi thermal face recognition, peningkatan frekuensi swab antigen, pengadaan tes PCR secara strategis, standardisasi dan frekuensi penggunaan masker, penambahan filtrasi HEPA di area kerja,  aksesibilitas terhadap nutrisi dan vitamin yang spesifik, perlindungan asuransi khusus covid-19, persiapan vaksinasi ketiga, serta pemanfaatan integrator layanan kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, strategi tersebut dilanjutkan dengan strategi kuratif yang meliputi persiapan program isolasi mandiri, aksesibilitas terhadap obat covid-19, ketersediaan ruang ICU, penyediaan oxygen concentrator, serta kesiapan tenaga kesehatan yang profesional.
 
"Kita sudah belajar banyak dari gelombang kedua di bulan Juli lalu. Jadi, di akhir tahun ini dan awal tahun depan kita sudah bisa membayangkan akan betapa rumitnya permasalahan ketika sebuah perusahaan padat karya mengalami outbreak di area kerjanya," ujar Sony dikutip dari keterangannya, Kamis, 21 Oktober 2021.
 
Menurutnya, kesulitan mencari obat covid-19 hingga ketidaktersediaan ruang ICU merupakan kenyataan yang harus dihadapi bersama saat terjadi gelombang kedua covid-19. "Bukan saja masalahnya terjadi dari sisi pekerja, tapi juga dampaknya sangat besar terhadap produktivitas perusahaan yang padat karya," tutur dia.
 
Lebih lanjut Sony mengungkapkan, berbagai upaya preventif dan kuratif sudah harus dipersiapkan mulai dari sekarang. Namun ia mengingatkan kepada perusahaan padat karya yang nantinya akan membutuhkan integrator yang bisa merajut puluhan pihak penyedia layanan kesehatan, mulai dari perusahaan di bidang tata udara, tenaga kesehatan spesialis, sampai penyedia vaksin dan polis asuransi yang khusus covid-19.
 
"Setiap perusahaan tentu mau fokus menjalankan usahanya dan tidak ingin proses bisnisnya terganggu oleh covid-19. Untuk itu perlu kehadiran pihak yang bisa membantu mereka memikirkan semua hal terkait pencegahan penularan covid-19 termasuk mencari solusinya yang efektif," pungkas Sony.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif