Presiden Joko Widodo  - - Foto: MI/ Ramdani
Presiden Joko Widodo - - Foto: MI/ Ramdani

Sempat Tertunda, Presiden Jokowi Segera Luncurkan Sistem OSS Berbasis Risiko

Ekonomi Jokowi perizinan kemudahan berusaha Kementerian Investasi
Antara • 28 Juli 2021 19:43
Jakarta: Presiden Joko Widodo akan meresmikan secara langsung sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko dalam waktu dekat. Sistem tersebut seharusnya diterapkan pada 2 Juni 2021.
 
"Terkait perizinan berusaha sudah selesai, tinggal tunggu hari dan kami akan go live. Nanti insyaAllah akan dilakukan langsung oleh Bapak Presiden," kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 28 Juli 2021.
 
Menurut Bahlil, OSS berbasis risiko merupakan salah satu implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK).
 
"Ini adalah amanah UU CK, dimana pemerintah wajib memberikan kepastian, kemudahan, efisiensi, dan transparansi bagi pelaku usaha. Sesuai arahan Bapak Presiden, saat ini kita menjalankan konsep 'rem dan gas'. Bagaimana satu sisi kita menyelesaikan covid-19, dan di sisi lain, ekonomi harus jalan," ucapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, hingga semester I 2021, realisasi investasi mencapai Rp442,8 triliun atau sebesar 49,2 persen dari target yang ditetapkan Presiden Jokowi sebesar Rp900 triliun.
 
"Capaian Rp442,8 triliun itu dipersentasekan dari Rp900 triliun itu sudah mencapai 49,2 persen. Memang harus kami akui di kuartal ketiga ini pekerjaannya ekstra ketat karena kita kena PPKM ini di Juli-Agustus," kata Bahlil.
 
Sepanjang Januari-Juni 2021, realisasi PMA mencapai Rp228,5 triliun (51,6 persen) dan realisasi PMDN mencapai Rp214,3 triliun (48,4 persen).
 
Bahlil mengakui bahwa dalam mencapai target realisasi investasi 2021 ini, Kementerian Investasi/BKPM akan menghadapi tantangan besar pada triwulan III nanti. Pasalnya, kenaikan kasus covid-19 yang tinggi menyebabkan banyak daerah di luar Jawa memberlakukan PPKM, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam menarik investor untuk melakukan usahanya di luar Jawa.
 
"Ini kondisi yang tidak menyenangkan. Tapi ini tantangan. Jadi harus ada inovasi strategi untuk kita menghadapi. Jadi berbagai kreativitas upaya yang kita lakukan. Strateginya datangi satu-satu, beri insentif lebih baik dibanding di Jawa, kasih izin," pungkas Bahlil.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif