Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah. Foto: dok Kemnaker.
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah. Foto: dok Kemnaker.

Pandemi hingga Digitalisasi Jadi Tantangan bagi Pemuda dalam Dunia Kerja

Eko Nordiansyah • 20 Maret 2022 07:33
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan, partisipasi generasi muda dalam dunia kerja sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Untuk itu, pemerintah berupaya meningkatkan peran mereka dalam dunia kerja sehingga bisa mendapatkan kesempatan lingkungan kerja yang adil dan bebas diskriminasi.
 
Ia menyebut, negara-negara anggota G20 telah sepakat untuk mengurangi angka pengangguran pemuda menjadi 15 persen pada 2025. Dalam mencapai target tersebut, dibutuhkan kolaborasi bersama agar semua negara bisa menyediakan kesempatan kerja dan menyiapkan pemuda agar mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja.
 
"Event ini adalah momentum yang tepat untuk semua pihak mendiskusikan dan membagikan masukan dalam rangka meningkatkan kesempatan kerja bagi para pemuda khususnya dalam situasi pandemi dan era distribusi digital," kata dia dalam Pre-summit 1 Y20 Indonesia 2022, Sabtu malam, 19 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ida menambahkan, pandemi covid-19 telah memberikan gambaran pentingnya formulasi kebijakan yang tepat. Menurut dia, krisis kesehatan ini telah memberikan dampak yang besar, termasuk masalah perekonomian dan pengangguran yang pada akhirnya juga bisa berdampak kepada ketahanan para pemuda.
 
"Untuk itu kita harus melihat isu dari penguatan bagi pemuda dalam dunia kerja dan ini merupakan suatu yang esensial, kita mendukung pemuda untuk mendapat akses kepada pelatihan kerja agar memiliki kehidupan yang lebih baik," ungkapnya.
 
Dalam global tren termasuk perubahan iklim, digitalisasi, globalisasi pasar, dan perubahan demografi telah berkontribusi pada meningkatnya inovasi digital serta pekerjaan baru. Oleh karena itu, kebutuhan skill dan kompetensi telah berubah sejalan dengan meningkatnya pengetahuan dan proses bisnis.
 
"Pimpinan G20 telah menyepakati berbagai isu pemuda termasuk dalam sektor ekonomi dengan menyediakan partisipasi penuh untuk mendorong ekonomi dan pendidikan. Melengkapi pemuda dengan skill yang dibutuhkan di masa sekarang dan akan datang merupakan strategi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi nasional negara G20," ujar dia.
 
Ia menjelaskan, pemerintah Indonesia saat ini telah mengambil sejumlah kebijakan untuk mendorong peran pemuda dalam perekonomian. Beberapa upaya yang dilakukan diantaranya adalah memberikan pelatihan peningkatan skill hingga mendorong lahirnya entrepreneur muda melalui berbagai program.
 
"Indonesia percaya, meningkatkan partisipasi dari peran pemuda dalam dunia kerja akan menghasilkan ekonomi yang inklusif dan bekerlanjutan, termasuk untuk pengembangan ekonomi G20. Indonesia berupaya melanjutkan penanganan pandemi dan menyiapkan pemulihan dari covid-19 dengan kolaborasi konkret para stakeholder G20," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif