Nelayan membuat jaring penangkap ikan. Foto: Medcom.id
Nelayan membuat jaring penangkap ikan. Foto: Medcom.id

KKP: Pelatihan Daring Antisipasi Dampak Pandemi di Usaha Perikanan

Ekonomi perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan
Antara • 26 Agustus 2020 09:44
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa pelatihan daring seperti kelas budi daya lele hingga pengolahan ikan melalui dunia maya merupakan bentuk antisipasi dampak pandemi terhadap usaha sektor perikanan.
 
"Harapan kami, satu peserta (pelatihan daring) dapat juga merangkul 10 orang pelaku usaha perikanan untuk melakukan usaha di bidang perikanan sehingga dapat turut membangun perekonomian perikanan nasional," kata Kepala Badan Riset dan SDM KKP Sjarief Widjaja yang dilansir dari Antara, Rabu, 26 Agustus 2020.
 
Menurut dia, di tengah situasi tidak menyenangkan akibat wabah yang tengah melanda, kegiatan pelatihan daring dinilai mampu menyelamatkan atau setidaknya membantu menopang perekonomian sebagian masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KKP telah bekerja sama antara lain dengan Komisi IV DPR RI menyelenggarakan berbagai pelatihan daring, seperti pelatihan aspirasi pembesaran ikan lele dan pelatihan aspirasi olahan rumput laut.
 
Pelatihan aspirasi pembesaran ikan lele ditujukan bagi pelaku utama dan pelaku usaha perikanan, khususnya pembudidaya dan pengolah ikan.
 
Pelatihan yang diselenggarakan melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi secara daring ini diikuti oleh 100 orang peserta dari provinsi Bali. Sebanyak 25 peserta berasal dari Kota Denpasar, 25 orang dari Kabupaten Bangli, 25 orang dari Kabupaten Gianyar, dan 25 orang dari Kabupaten Badung.
 
Sjarief Widjaja mengatakan, pelatihan disesuaikan dengan karakteristik lingkungan sosial budaya masyarakat Provinsi Bali yang kaya akan bahan baku ikan air tawar, salah satunya lele.
 
Dengan penyelenggaraan pelatihan ini, masyarakat akan diberikan pengetahuan dan keterampilan pembesaran ikan lele mulai persiapan kolam sampai proses panen. Keahlian ini dibutuhkan sebagai bekal munculnya wirausaha baru di sektor perikanan.
 
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, A.A. Bagus Hadi Mahendra Putra berharap agar para peserta mengikuti pelatihan yang diberikan dengan baik. Ia yakin ilmu yang diberikan dapat bermanfaat untuk menopang perekonomian masyarakat.
 
"Pelatihan seperti ini sangat berguna. Terlebih di situasi sekarang ini banyak sektor usaha yang terganggu. Daripada bingung tidak bisa melakukan apa-apa, lebih baik kita besarkan ikan lele. Selain untuk konsumsi keluarga tentunya juga dapat dijual," jelasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif