?Mentan Serahkan Bantuan Pertanian Rp35,7 Miliar di Wajo. Foto: dok Kementan.
?Mentan Serahkan Bantuan Pertanian Rp35,7 Miliar di Wajo. Foto: dok Kementan.

Mentan Serahkan Bantuan Pertanian Rp35,7 Miliar di Wajo

Ekonomi Kementerian Pertanian
Ilham wibowo • 29 Juli 2020 12:20
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyalurkan langsung bantuan senilai Rp35,5 miliar untuk memulihkan produksi pertanian wilayah yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Bantuan kemanusiaan senilai Rp250 juta juga turut diserahkan.
 
"Sesuai perkiraan dalam satu bulan ke depan sawah yang tergenang air akan surut. Ini waktunya kita persiapkan bibit dan mekanisasi yang memadai untuk menggantikan lahan sekitar 9.000 ha yang gagal panen," kata Syahrul, melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Syahrul mengharapkan musim tanam pada 2020 masih bisa dimanfaatkan untuk tetap menjaga stok kebutuhan pangan wilayah secara mandiri. Selain itu, peningkatan produktivitas juga terus didorong agar target hasil panen terealisasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahkan berharap target bisa naik mencapai 14 ribu ha untuk memperkuat ketahanan pangan," ujarnya.
 
Bantuan untuk sektor pertanian yang serahkan diantaranya alat mesin pertanian (Alsintan), Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) senilai Rp500 juta dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp1,8 miliar. Kemudia Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan memperoleh tanggungan/klaim sebesar Rp9 juta.
 
"Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah lumbung pangan, sehingga jika ada gangguan di sini maka bisa mengganggu produktivitas kita," kata Syahrul.
 
Dalam kesempatan itu, Mentan juga meminta Pemda Kabupaten Wajo membangun sektor pertanian yang lebih kuat. Kebangkitan sektor pertanian pun akan menjadi percontohan menghadapi kendala bencana alam.
 
"Jika diperlukan ambil KUR, mudah mudahan Wajo bisa menjadi contoh tidak hanya untuk Sulawesi Selatan tapi untuk nasional," tuturnya.
 
Sementara itu, Bupati Wajo Amran Mahmud mengatakan bahwa sektor pertanian sangat terdampak bencana banjir. Lahan persawahan lebih dari 8.000 ha lahan pertanian diperkirakan gagal panen atau puso.
 
"Kita mengalami bencana banjir dan utamanya areal pertanian kita kurang lebih 8.000 hektare yang ada di wilayah kabupaten Wajo mengalami genangan air," paparnya.
 
Meski demikian, Amran optimistis produktivitas pertanian bisa segera kembali pulih dengan penambahan luas tanam. Musin tanam selanjutnya, lahan seluas 123 ribu ha bisa dimanfaatkan.
 
"Kami pemerintah Kabupaten Wajo akan mengawal betul amanah target. Kami akan bekerja sekuat tenaga untuk membantu Bapak Menteri Pertanian dalam mewujudkan garda ketahanan pangan," tutupnya.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif