Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: dok Pertamina.
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: dok Pertamina.

Holding Rumah Sakit BUMN Masuk Fase II

Ekonomi Holding Rumah Sakit BUMN
Ade Hapsari Lestarini • 10 Agustus 2020 08:02
Jakarta: Pertamedika IHC menandatangani akta jual beli dengan tujuh BUMN pemilik tujuh PT Rumah Sakit BUMN dalam rangka pembentukan holding rumah sakit BUMN.
 
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan Rumah Sakit BUMN secara bersama dalam grup IHC (Indonesia Healthcare Corporation) yang berpotensi untuk meningkatkan peran dalam ketahanan kesehatan nasional melalui empat objektif strategis. Yaitu, penyediaan layanan kesehatan berkualitas, peningkatan jaringan dan skala, pengembangan kapabilitas dan inovasi, serta integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional.
 
"Dengan semangat yang sama, yaitu memudahkan dan melayani masyarakat Indonesia, saya berpikir bahwa seharusnya seluruh RS milik BUMN dapat dikelola secara profesional dan transparan, dan dipimpin oleh orang yang memiliki expertise di bidang kesehatan. Ini semua sesuai dengan Value of Synergy and Value of Creation dan dapat menuju go global yang ditempuh dengan pertukaran tenaga medis ke luar negeri sebagai transfer knowledge," ujar Menteri Erick, dalam keterangan resminya, Senin, 10 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kegiatan ini merupakan bagian dari roadmap pembentukan holding RS BUMN yang telah dimulai sejak 2018 melalui pengambilalihan saham mayoritas Rumah Sakit Pelni. Sebelumnya, pada 30 Juni lalu Pertamedika IHC secara resmi mengambil alih saham tujuh RS BUMN sebagai bentuk tindak lanjut dari rencana Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengonsolidasikan rumah sakit BUMN ke dalam holding.
 
Adapun tujuh perusahaan BUMN tersebut adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai pemegang saham PT Pelindo Husada Citra, dan PT Perkebunan Nusantara X sebagai pemegang saham PT Nusantara Medika Utama.
 
Dalam menghadapi rangkaian proses aksi korporasi, Pertamedika IHC didampingi oleh PT Danareksa Sekuritas beserta konsultan pendukung lainnya. Pertamedika IHC selaku holding rumah sakit BUMN akan menempati peringkat dua grup rumah sakit dengan jaringan terbesar di Indonesia dengan jumlah lebih dari 4.500 tempat tidur.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini memberikan apresiasinya terhadap progres pembentukan holding RS BUMN. "Pertamina senang progres fase dua berjalan tepat waktu. Melalui konsolidasi ini harapan besar tentunya tertumpu pada Pertamedika IHC yang kedepannya akan menjadi leader dari Grup Rumah Sakit BUMN," tambah dia.
 
Menurutnya konsolidasi ini juga akan meningkatkan kinerja dan efisiensi Pertamedika IHC dari segi skala operasi yang semakin besar. Di fase tiga nanti harapannya adalah rebranding lewat hadirnya operatorship dengan wajah baru yang akan membawa best practice melalui service excellence dan improvisasi dari segi layanan.
 
(AHL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif