PT PLN (Persero) melaporkan seluruh gardu terdampak banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pesawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi kini telah nyala kembali. Foto: Dok. PLN
PT PLN (Persero) melaporkan seluruh gardu terdampak banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pesawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi kini telah nyala kembali. Foto: Dok. PLN

Pascabanjir, Aliran Listrik PLN di Sukabumi Normal Kembali

Ekonomi banjir listrik PLN
Suci Sedya Utami • 22 September 2020 19:12
Sukabumi: PT PLN (Persero) melaporkan seluruh gardu yang terdampak banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pesawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi kini telah menyala kembali.
 
Curah hujan tinggi yang mengguyur Jawa Barat sejak sore kemarin menyebabkan aliran sungai Cibuntu meluap sehingga mengakibatkan banjir bandang yang menerjang perkampungan padat di wilayah tersebut.

 
Menurut Manager PLN UP3 Sukabumi Ichwan Sahroni banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB mengakibatkan empat Gardu PLN tidak dioperasikan demi keselamatan masyarakat. Namun, saat ini ke empat gardu tersebut berhasil dinormalkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pagi tadi pihak PLN masih melakukan pendataan terhadap jumlah peralatan kelistrikan yang terdampak dan upaya yang bisa dilakukan PLN untuk segera memulihkan listrik di wilayah Cicurug," kata Ichwan dalam keterangan resminya, Selasa, 22 September 2020.
 
Sebelum menyalakan aliran listrik, PLN telah memastikan bahwa gardu, jaringan, dan instalasi pelanggan aman. PLN melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan, dan pengecekan gardu distribusi yang terkena dampak banjir. PLN menyalakan aliran listrik setelah penandatanganan berita acara dengan Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat yang menyatakan instalasi listrik di rumah warga aman.
 
Ia mengatakan penyalaan kembali dilakukan secara bertahap. Hal ini demi memastikan keselamatan warga. PLN juga mengimbau pada masyarakat agar memastikan peralatan listrik di rumah masing-masing dalam keadaan bersih dan kering sebelum dinyalakan dan digunakan kembali.
 
"Ini (peralatan listrik basah) juga berpotensi menyebabkan tersetrum. Kami mementingkan keselamatan jiwa pelanggan," pungkas Ichwan.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif