Ilustrasi penumpang bandara - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
Ilustrasi penumpang bandara - - Foto: MI/ Rommy Pujianto

Tiga Maskapai Kena Denda Maksimal Rp300 Juta, Ini Penyebabnya

Ekonomi bisnis maskapai penerbangan Kementerian Perhubungan pandemi covid-19
Antara • 25 September 2020 11:46
Jakarta: Tiga maskapai Tanah Air melanggar ketentuan penerbangan di masa pandemi covid-19. Maskapai tersebut mengangkut penumpang melebihi kapasitas 70 persen pesawat dan tidak menerapkan jaga jarak baik di kabin maupun bandara.
 
Berdasarkan Laporan Hasil Pengawasan (LHP) yang dilakukan oleh Otoritas Bandar Udara Wilayah II Kualanamu Medan ini, ketiga maskapai dipastikan kena denda administratif maksimal Rp300 juta.
 
"Ada tiga perusahaan penerbangan yang tidak menerapkan prinsip jaga jarak di dalam pesawat udara kategori jet transport narrow body (berbadan sedang) dan wide body (berbadan lebar) yang digunakan untuk angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri sesuai dengan konfigurasi tempat duduk dan pengaturan kursi penumpang berdasarkan karakteristik penumpang maksimal 70 persen kapasitas angkut. Kami pastikan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie dikutip dariAntara, Jumat, 25 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun sanksi yang diberikan sesuai dengan Peraturan Menteri 56 Tahun 2020 Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan di Bidang Penerbangan berupa sanksi denda administratif sebesar 250-3.000 per penalti unit (satu penalti unit = Rp100ribu) atau Rp25 juta-Rp300 juta.
 
"Melalui Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2020 ini menjadi salah satu bukti bahwa kami Kementerian Perhubungan terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, siapapun yang melanggar, akan kami berikan sanksi tegas," jelas dia.
 
Sebelum ditetapkannya Peraturan Menteri 56 Tahun 2020, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah memberikan surat teguran serta pencabutan izin rute terhadap perusahaan penerbangan yang melanggar ketentuan pembatasan kapasitas maksimum di dalam pesawat.
 
"Saya berharap semua perusahaan penerbangan dapat mematuhi ketentuan yang berlaku, bersama-sama kita terapkan protokol kesehatan dengan baik, demi penerbangan yang selamat, aman dan sehat," jelasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif