Negara-negara G20 menyepakati untuk terus melakukan aksi global bersama dalam menghadapi pandemi covid-19. Foto: AFP
Negara-negara G20 menyepakati untuk terus melakukan aksi global bersama dalam menghadapi pandemi covid-19. Foto: AFP

Langkah Konkret Mendag G20 Tanggulangi Dampak Covid-19

Ekonomi Kementerian Perdagangan ekonomi dunia virus corona
Ilham wibowo • 23 September 2020 15:11
Jakarta: Pertemuan tingkat Menteri Perdagangan negara anggota G20 mendukung serangkaian aksi kolektif anggota G20 di sektor perdagangan dan investasi. Seluruh negara harus dapat bersatu mengatasi pandemi covid-19 dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya.
 
Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto menjelaskan Indonesia tetap berkomitmen untuk bekerja sama guna menjaga pasar tetap terbuka dan menempuh langkah-langkah fasilitasi perdagangan yang diperlukan. Ia meyakini G20 akan dapat merangkul negara maju dan negara berkembang untuk menyelesaikan masalah global secara efektif.
 
"Indonesia telah menempuh kebijakan yang sejalan dengan G20 actions in response to covid-19, misalnya dengan menghapus beberapa ketentuan ekspor-impor yang menghambat kelancaran arus barang. Tindakan lain seperti pembatasan ekspor masker dan alat pelindung diri tetap dapat dilakukan sepanjang kita berpegang pada batasan yang disepakati bersama, yakni transparan, tepat sasaran, bersifat sementara, dan konsisten dengan aturan WTO," ujar Agus melalui keterangan resmi, Rabu, 23 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para Menteri Perdagangan G20 menegaskan kembali komitmen untuk mendorong reformasi sistem perdagangan multilateral. Pertemuan secara virtual tersebut juga menyepakati agar G20 dapat lebih meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baik di masa pandemi maupun pascapandemi untuk meningkatkan diversifikasi ekonomi dan investasi.
 
"Meskipun terdapat perbedaan pandangan yang didasari polarisasi kepentingan negara maju dan negara berkembang, Menteri Perdagangan G20 dapat menyepakati secara konsensus dokumen G20 Trade and Investment Ministerial Communiqué sebagai bukti adanya komitmen bersama untuk memulihkan ekonomi global yang terdampak oleh pandemi covid-19," papar Agus.
 
Dalam intervensinya, Mendag Agus menyampaikan kepentingan Indonesia dalam mendukung perdagangan multilateral dan reformasi WTO, akselerasi teknologi digital bagi UMKM, referensi mengenai peran ekonomi kreatif dalam diversifikasi ekonomi sebagai salah satu prioritas Presidensi G20 Indonesia pada 2023, serta pentingnya prinsip fleksibilitas dalam penerapan hak kekayaan intelektual untuk menjamin kemudahan akses dan keterjangkauan alat dan bahan medis, khususnya pada kondisi pandemi.
 
"Kemudahan akses dan keterjangkauan alat dan bahan medis, terutama vaksin, sangat penting. G20 harus berupaya mencegah praktik komersialisasi yang tidak bertanggung jawab dalam kondisi pandemi, dengan mendukung penerapan prinsip fleksibilitas dalam penerapan hak kekayaan intelektual berdasarkan kesepakatan internasional," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif