Kantor BPJS Ketenagakerjaan. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Kantor BPJS Ketenagakerjaan. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Pekerja yang Dapat Insentif adalah Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Ekonomi Bantuan Langsung Tunai Stimulus Ekonomi Imbas Korona Pemulihan Ekonomi
Eko Nordiansyah • 07 Agustus 2020 13:07
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pekerja yang akan mendapat insentif dari pemerintah adalah mereka yang merupakan peserta di BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini jumlah pekerja yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta sebanyak 13,8 juta pekerja.
 
"Data ini berasal dari BPJS Ketenagakerjaan yang akan terus divalidasi untuk memastikan tepat sasaran dan meminimalkan terjadinya duplikasi," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2020.
 
Ida menambahkan, subsidi gaji yang diberikan pemerintah adalah Rp600 ribu per bulan selama empat bulan dan akan diberikan per dua bulan sekali. Artinya, setiap satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp1,2 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah akan membayarkan dua kali karena kita ingin memastikan daya beli dan konsumsi tetap terjaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat," jelas dia.
 
Baca:Berikut Syarat Pekerja Dapat Insentif Rp600 Ribu per Bulan
 
Lebih lanjut, Ida memastikan, penerima subsidi adalah pekerja swasta di luar PNS dan pegawai BUMN. Pekerja penerima subsidi harus aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150 ribu per bulan atau gaji di bawah Rp5 juta per bulan.
 
"Penerima subsidi gaji adalah pekerja yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan," ungkapnya.
 
Pemerintah berharap subsidi ini dapat menjaga daya beli dan kesejahteraan pekerja yang terdampak covid-19. Selain itu, stimulus baru ini diharapkan juga mampu mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar terhindar dari resesi.
 
"Bantuan ini merupakan program stimulus yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemnaker, Kemenkeu, dan BPJS Ketenagakerjaan. Kita targetkan program ini dapat berjalan bulan September," pungkas dia.
 
(AHL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif