Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto : Medcom.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto : Medcom.

BI: Kebijakan PSBB Buat Rupiah Berotot

Ekonomi bank indonesia Virus Korona
Husen Miftahudin • 09 April 2020 20:25
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan langkah dan kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi virus korona (covid-19) disorot investor global. Selain kebijakan fiskal, penanam modal juga memperhatikan upaya pemerintah dalam mencegah meluasnya penyebaran pandemi covid-19.
 
"Sekarang pasar juga melihat bahwa tingkat kenaikan kasus positif covid-19 di berbagai negara itu juga berangsur-angsur menurun, baik yang terjadi di Italia ataupun di berbagai negara. Itu menunjukkan bahwa langkah-langkah penanganan terhadap covid-19 di berbagai negara itu juga mengurangi kecepatan pewabahan covid-19," ujar Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 9 April 2020.
 
Termasuk juga langkah dan upaya Pemerintah Indonesia dalam menangani dampak pandemi virus korona. Salah satunya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Termasuk juga yang sudah diumumkan oleh Gubernur DKI Pak Anies bahwa PSBB itu juga akan diterapkan mulai besok. Ini tentu saja juga akan mengurangi kecepatan kenaikan (kasus positif) dari covid-19," lugasnya.
 
Menurut Perry, langkah dan upaya-upaya tersebut memberi tambahan kepercayaan kepada investor. Alhasil, nilai tukar rupiah mengalami penguatan dalam beberapa hari terakhir. Mekanisme pasar valuta asing (valas) bekerja secara efektif.
 
"Dalam konteks ini tentu saja kami ucapkan terima kasih kepada para pelaku pasar, para eksportir yang ikut menjaga stabilitas nilai tukar rupiah selama ini dan ke depan. Itu menjadi bagian dari bagaimana kita sama-sama menjaga stabilitas ekonomi," ucapnya.
 
Namun Perry berharap investor dalam negeri dan asing terus menggunakan pasar spot dan forward dalam memenuhi kebutuhan valuta valas. Karena dengan demikian, nilai tukar rupiah bakal bergerak stabil dan cenderung mengalami penguatan.
 
"Kami yakin nilai tukar rupiah ke depan akan bergerak stabil dan cenderung menguat ke arah Rp15 ribu per USD di akhir tahun, dan karenanya terus kita pantau agar stabilitas tetap terjaga," tegas Perry.
 
Mengutip Bloomberg pada Kamis, 9 April 2020, rupiah ditutup di level Rp15.880 per USD. Mata uang Garuda itu menguat 370 poin atau setara 2,28 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan di hari sebelumnya di level Rp16.250 per USD.
 
Sementara menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.200 per USD. Menguat 42 poin atau 0,26 persen ketimbang posisi penutupan di hari sebelumnya di level Rp16.242 per USD. Sedangkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) menunjukkan bahwa mata uang Garuda tersebut mengalami penguatan ke posisi Rp16.241 per USD dari level Rp16.245 per USD di hari sebelumnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif