Kemenperin siapkan pegawai hadapi new normal. Foto: Dok.Kemenperin
Kemenperin siapkan pegawai hadapi new normal. Foto: Dok.Kemenperin

Kemenperin Siapkan Pegawai Hadapi New Normal

Ekonomi kementerian perindustrian New Normal
Ilham wibowo • 19 Mei 2020 18:24
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta aparatur industri tetap menjaga kontribusi manufaktur untuk menopang perekonomian nasional meski dihantam pandemi covid-19. Bimbingan teknis (Bimtek) para pegawai pun difokuskan untuk menghadapi kenormalan baru.
 
"Kegiatan Bimtek ini jadi momentum paling tepat untuk menjawab tantangan dalam rangka menyiapkan aparat industri yang mampu menjawab berbagai macam tantangan, khususnya ketika menghadapi covid-19, dan bersiap menghadapi kenormalan baru yang berkaitan dengan kegiatan industri," kata Agus melalui keterangannya, Selasa, 19 Mei 2020.
 
Agus mengungkapkan, kegiatan bimbingan teknis tersebut merupakan upaya knowledge transfer sekaligus sinkronisasi persepsi antara aparatur industri di pusat dan daerah, terkait kebijakan pengembangan dan pembinaan industri pada masa pandemi dan setelah covid-19.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peserta diharapkan berperan aktif selama mengikuti bimtek agar tujuan dari penyelenggaraan bimtek ini dapat dicapai secara optimal," paparnya.
 
Kegiatan yang dimotori oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin itu juga diharapkan mampu menyiapkan aparatur industri, khususnya di daerah. Diharapkan kemampuan meningkat dalam beradaptasi dalam menjalankan tugasnya mendampingi pelaku usaha atau industri dalam menghadapi berbagai macam situasi dan kondisi yang beragam.
 
"Harus kita pahami, setelah pandemi covid-19 ini membuat masyarakat harus menyesuaikan diri dengan yang disebut normal baru, sehingga aparatur industri sebagai pelayan publik dituntut untuk berinovasi dalam hal kebijakan yang bisa mendukung masyarakat industri,' tutur Agus.
 
Ia menuturkan, dengan kegiatan bimtek aparatur industri ini diharapkan memahami konsep dan kebijakan ekonomi serta mampu menganalisa posisi sektor industri dalam kebijakan makro dan kebijakan sektoral. Kemudian mengevaluasi dampak kebijakan nasional dan internasional terhadap sektor industri, serta menyusun kebijakan dan menganalisis kebijakan publik.
 
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A Cahyanto mengatakan para peserta bimtek aparatur industri merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) baik pusat maupun daerah yang khusus menangani bidang perindustrian. Peserta dari masing-masing provinsi terdiri dari aparatur dinas perindustrian baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
 
"Sasaran yang hendak dicapai melalui bimtek aparatur industri yakni tersedianya aparatur industri di daerah pada tingkat provinsi yang memiliki wawasan terkait implemantasi kebijakan pengembangan pembinaan industri pada masa pandemi covid-19, serta menyiapkan industri di daerah untuk menghadapi normal baru," terangnya.
 
Adapun materi yang diberikan dalam bimtek tersebut adalah, arahan dari Menperin, manjemen strategi dan competitive intelligence, pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha industri pada masa pandemi covid-19 melalui Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Perekonomian dan industri pada masa pandemi covid-19.
 
Kemudian, kebijakan pembinaan dan pengembangan standarisasi jasa industri dan industri hijau, kebijakan dan pengembangan industri pada Direktorat Industri (Ditjen) Agro, Industri Kimia, Dirjen Farmasi dan Tekstil (IKFT), Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Industri Kecil Menengah (IKM), Ditjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII).
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif