Ilustrasi digitalisasi UMKM dorong perekonomian di tengah pandemi - - Foto: Medcom
Ilustrasi digitalisasi UMKM dorong perekonomian di tengah pandemi - - Foto: Medcom

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Penting Genjot Perekonomian Lewat UMKM

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi sampoerna UMKM
Eko Nordiansyah • 08 April 2021 16:02
Jakarta: Pemerintah dinilai perlu menggandeng pihak swasta dalam membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di masa pandemi covid-19. Sebab, sektor UMKM berkontribusi sekitar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), serta menyerap 97 persen dari total pekerja di Indonesia.
 
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas Trumpaitis mengatakan kerja sama pemerintah dan swasta semakin erat untuk membantu UMKM dalam memulihkan perekonomian. Tak hanya berhenti disini, kerja sama tersebut diprediksi akan berlanjut meski pandemi sudah berakhir.
 
"Selepas dari pandemi ini pun, saya yakin bahwa kerja sama yang telah terjalin dengan erat antar berbagai pihak, baik antara pihak pemerintah dengan swasta, maupun antara pihak swasta dengan UMKM. Hal ini menjadi pendorong kemajuan UMKM," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan jumlah lebih dari 64 juta orang, sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang dapat menjadi kekuatan dan sumber pertumbuhan baru menghadapi pandemi. UMKM terbukti pernah menjadi kekuatan pengungkit pada saat krisis ekonomi 1998 dan krisis keuangan global 2008.
 
Saat ini pemerintah mendorong pentingnya transformasi usaha UMKM secara daring, mulai dari sistem rantai pasok, produksi, hingga pemasaran dan pembayaran. Digitalisasi UMKM sangat diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi serta menjadi jembatan gap terbesar dalam proses digitalisasi UMKM.
 
Untuk membantu upaya digitalisasi UMKM ini, Sampoerna turut membantu sekitar 130 ribu pemilik toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC). Bahkan demi mendorong transformasi digital, Sampoerna turut mengembangkan aplikasi AYO SRC.
 
Melalui aplikasi ini, para pemilik toko kelontong SRC dapat melakukan pemesanan barang dan pembayaran secara daring. Tak hanya itu, aplikasi ini juga menawarkan fasilitas penundaan pembayaran (delayed payment) yang memungkinkan para pemilik toko kelontong SRC untuk lebih mengembangkan usahanya.
 
Dalam menghadapi masa pandemi ini, aplikasi AYO SRC membantu menghubungkan toko kelontong dengan konsumennya secara daring. Kehadiran aplikasi digital ini sejalan dengan upaya program digitalisasi UMKM oleh pemerintah yang dilakukan secara swadaya maupun berkolaborasi dengan pihak lain.
 
"Kolaborasi upaya yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta dipandang dapat mempercepat tahapan pemulihan perekonomian nasional," pungkas Mindaugas.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif