Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Perusahaan Pembiayaan AS Siap Gelontorkan Rp28 Triliun ke RI

Ekonomi indonesia-as multifinance
Insi Nantika Jelita • 24 November 2020 15:52
Jakarta: Perusahaan pembiayaan Amerika Serikat atau The US International Development Finance Corporation (DFC) akan menggelontorkan dana investasi sebesar USD2 miliar atau setara Rp28,3 triliun (kurs Rp14.180 per USD) untuk Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.
 
CEO US DFC Adam Boehler telah menandatangani Letter of Interest (LOI) untuk rencana investasi ke SWF Indonesia di Washington DC, pada Kamis, 19 November 2020 lalu. Penandatanganan LOI turut disaksikan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
 
Kemenko Kemaritiman dan Investasi menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia terus mengembangkan opsi pembiayaan dan investasi sektor swasta terhadap proyek strategis nasional dan prioritas lainnya sebagai bagian dari reformasi ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


DFC menjadi salah satu yang tengah melakukan evaluasi komprehensif terhadap investasinya di Indonesia sehingga bisa ikut menarik sektor swasta AS berinvestasi di pasar dengan potensi ekonomi yang besar seperti Indonesia.
 
"Kerja sama itu juga dinilai akan memperkuat ikatan ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia. DFC juga akan bekerja sama dengan mitranya di Jepang, Uni Emirat Arab, dan Singapura untuk ikut berinvestasi di dana abadi Indonesia itu," tulis keterangan pers Kemenko Kemartiman dan Investasi, Selasa, 24 November 2020.
 
Sebelumnya, Luhut menyebut peraturan pemerintah (PP) yang mengatur soal sovereign wealth fund kini tengah dalam finalisasi dan diharapkan sudah mulai berjalan pada November ini. Pada tahap awal, Pemerintah Indonesia akan menyuntikkan sekitar USD5 miliar hingga USD6 miliar ke dana abadi tersebut.
 
Setidaknya ada enam sektor pembangunan yang nantinya didorong melalui dana SWF, mulai kesehatan, pertanian, infrastruktur, sampai pembangunan ibu kota.

Investor Belanda

Secara terpisah, produsen pipa global asal Belanda, Wavin BV, juga telah menyatakan komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia senilai USD125 juta atau Rp1,7 triliun. Komitmen itu tertuang dalam kunjungan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ke Den Haag, pekan lalu.
 
"Kami menawarkan Wavin bisa membangun pabriknya di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. KIT Batang menawarkan harga tanah yang sangat kompetitif, fasilitas dan infrastruktur juga sangat memadai," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi.
 
Wavin berencana akan membangun pabriknya di salah satu lokasi di Pulau Jawa. Namun, berdasarkan kalkulasi logistik dan transportasi, wilayah tersebut kurang efisien. Sementara itu, KIT Batang siap menyediakan lahan seluas 20 ha untuk dijadikan lokasi investasi.
 
"Bila Anda memasok bahan baku dari Cilegon, Banten, Batang bisa dijangkau dengan transportasi kereta api karena di Batang sudah tersedia jalur stasiun kereta sehingga akan menunjang biaya logistik yang lebih murah," tambah Bahlil.
 
Rencananya Wavin akan berinvestasi di Indonesia sampai USD125 juta atau Rp1,7 triliun dengan target produksi pada 2022. Diharapkan pabrik baru tersebut dapat menyerap sebanyak 400-500 tenaga kerja secara langsung.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif