Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Survei BPS: 88,92% Peserta Sebut Kartu Prakerja Tingkatkan Keterampilan Kerja

Ekonomi BPS Kartu Prakerja pandemi covid-19
M Ilham Ramadhan • 23 November 2020 20:19
Jakarta: Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), program Kartu Prakerja memberikan dua manfaat positif di tengah pandemi covid-19. Peserta menilai program anyar itu dapat meningkatkan keterampilan kerja. Selain itu, insentif yang diperoleh bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
 
"88,92 persen dari mereka yang ikut program Kartu Prakerja menyatakan bahwa program ini meningkatkan keterampilan kerja," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam diskusi virtual, Senin, 23 November 2020.
 
"Kemudian, uang insentif digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari 81,24 persen. Bisa dipahami pandemi memukul seluruh lapisan masyarakat. Apalagi masyarakat lapisan bawah dampaknya jauh lebih tajam," sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun survei menyasar 300 ribu rumah tangga yang menjadi responden Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Tercatat 88.650 orang atau 29,55 persen responden berusia 18 tahun ke atas mengetahui dan mendaftar program Kartu Prakerja.
 
Kemudian, 45,19 persen di antaranya merupakan pengangguran. Lalu, 66,47 persen responden yang menjadi penerima manfaat Kartu Prakerja memiliki status bekerja, 22 persen pengangguran, dan 11 persen bukan angkatan kerja.
 
Suhariyanto menjelaskan peserta dengan status bekerja dalam kondisi setengah menganggur dan pendapatannya berkurang selama pandemi covid-19.
 
"Jangan dibayangkan income mereka cukup. Karena di dalam kelompok bekerja, 36 persen adalah pekerja tidak penuh. Mereka bekerja, tapi jumlah kerjanya kurang dari 35 jam. Sehingga tergolong sebagai setengah pengangguran," papar Suhariyanto.
 
Mayoritas responden sudah menggunakan uang insentif untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, ada yang memilih menabung insentif tersebut, yakni 33,31 persen. Selanjutnya, 23,47 persen responden menggunakan uang insentif sebagai modal usaha. Sekitar 11,23 persen untuk membayar utang dan 4,76 persen menggunakannya untuk keperluan lain.
 
Meski Kartu Prakerja kerap menuai kritik, lanjut dia, ada fakta berbeda dilihat dari sudut pandang penerima manfaat. Menurut Suhariyanto, program Kartu Prakerja merupakan semi bantuan sosial yang penting dilanjutkan saat pandemi.
 
"Tentu banyak kritik dan saran mengenai pelaksanaan Kartu Prakerja. Itu sah saja untuk dijadikan masukan. Paling penting coba dipahami dari kacamata penerima. Seringkali kacamata dari penerima itu kalah dengan kacamata dari pihak lain," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif