Ilustrasi kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) - - Foto: dok MI
Ilustrasi kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) - - Foto: dok MI

Akhir Tahun, ICP Melesat ke Level USD47,78/Barel

Ekonomi Kementerian ESDM Minyak Mentah
Suci Sedya Utami • 08 Januari 2021 12:36
Jakarta: Pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) pada Desember 2020 merangkak naik sebesar USD7,1 per barel dari USD40,67 per barel di November menjadi USD47,78 per barel.
 
Sepanjang 2020, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat pergerakan ICP sebesar USD40,39 per barel. Kenaikan ini tak lepas dari proyeksi geliat ekonomi global setelah disetujuinya vaksinasi massal covid-19 di kawasan Eropa dan Amerika.
 
"Persetujuan proses vaksinasi menumbuhkan optimisme pasar dan turut memicu permintaan minyak dunia," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, Jumat, 8 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di samping upaya vaksinasi, terdapat kesepakatan antara negara-negara Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan aliansinya untuk melanjutkan pemotongan produksi sebesar 7,2 juta barel per hari (bph) mulai Januari 2021.
 
Pada Desember lalu, OPEC melaporkan adanya peningkatan permintaan pasokan OPEC untuk 2020 sebesar 0,1 juta bph dibandingkan proyeksi sebelumnya menjadi 22,2 juta bph. Di sisi lain, terjadi penurunan pasokan minyak dari negara-negara non-OPEC untuk 2020 sebesar 0,08 juta bph lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, utamanya dari Brasil, AS, Inggris, dan Norwegia.
 
"OPEC memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global untuk 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen dibanding proyeksi bulan sebelumnya, didukung dari Jepang, Brasil, Rusia, dan beberapa negara OECD lainnya," ungkap Agung.
 
Sentimen lain dari kenaikan ICP adalah optimisme pasar terhadap kesepakatan perdagangan antara Uni Eropa dengan Inggris pasca Brexit serta memanasnya kondisi geopolitik di beberapa negara produsen minyak mentah, seperti peledakan dua sumur minyak di Kirkuk-Irak dan pelaksanaan kembali pembangunan pipa gas nord stream dua dari Rusia ke Jerman terhadap penerapan sanksi dari Amerika Serikat.
 
Khusus di kawasan Asia Pasifik dipengaruhi oleh permintaan minyak mentah yang kuat di India sebesar 4,34 juta bph di kuartal IV-2020 dengan rata-rata 2020 sebesar 4,14 juta bph, Tiongkok sebesar 13,98 juta bph di kuartal IV-2020 dengan rata-rata 2020 sebesar 12,81 juta bph dan negara-negara kawasan Asia Pasifik lainnya.
 
Berdasarkan kajian Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang kuat di Tiongkok sebesar dua persen untuk 2020 dan sebesar 6,9 persen untuk 2021 dan Jepang meningkat sebesar 0,5 persen lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yaitu -5,2 persen di 2020 dan 2,8 persen di 2021.
 
Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Desember 2020 dibandingkan November 2020 sebagai berikut:
 
- Dated Brent naik sebesar USD7,20 per barel dari USD42,66 per barel menjadi USD49,86 per barel.
- WTI (Nymex) naik sebesar USD5,72 per barel dari USD41,35 per barel menjadi USD47,07 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar USD5,98 per barel dari USD42,61 per barel menjadi USD48,59 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar USD6,24 per barel dari USD43,98 per barel menjadi USD50,22 per barel.  

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif