Ilustrasi penambang batu bara. Foto: AFO/Mohammed Abed.
Ilustrasi penambang batu bara. Foto: AFO/Mohammed Abed.

Hyundai E&C Stop Investasi PLTU Batu Bara

Ekonomi batu bara hyundai Proyek PLTU
Ade Hapsari Lestarini • 27 Juli 2021 18:23
Jakarta: Hyundai Engineering and Construction (Hyundai E&C) mengumumkan tidak akan melanjutkan pembangunan apapun terkait Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara.
 
Raksasa konstruksi Korea Selatan (Korsel) ini akan menghentikan seluruh investasi dan konstruksi PLTU batu bara di dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut diambil perusahaan setelah mendapat tekanan dari berbagai kelompok masyarakat sipil.
 
Melansir rilis resmi dari surat perusahaan, Selasa 27 Juli 2021, keputusan ini merupakan bagian dari program CSR perusahaan dalam merespon permasalahan perubahan iklim global. Surat resmi berjudul 'Hyundai E&C Declaration on Coal Exit' itu keluar setelah rapat Dewan akhir pekan lalu, dan ditandatangani oleh Ketua Komite Tata Kelola Hyundai E&C Sung-dung Park, Direktur Eksekutif Young-joon Yoon dan Direktur Operasi Pembangkit Won-woo Lee.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam surat tersebut, Hyundai E&C menyebutkan pihaknya juga telah meluncurkan Hyundai E&C Sustainability Steering Community pada Oktober 2020 lalu dan pengaturan skema ESG untuk mempromosikan sustainable management.
 
Seperti yang tertera dalam Hyundai E&C Vision 2025, transisi dari penggunaan energi kotor akan secara perlahan dilakukan oleh Hyundai. Mereka juga menyatakan bahwa departemen yang menangani batu bara telah ditransformasi menjadi departemen energi terbarukan. Kendati demikian, perusahaan menyatakan akan tetap menyelesaikan proyek PLTU terakhirnya di Vietnam.
 
Program Director dari organisasi non-profit asal Korea Selatan, Solutions for Our Climate (SFOC), Sejong Youn menekan perusahaan untuk mundur dari proyek tersebut. Hyundai E&C dinilai telah mengkontradiksi pernyataannya sendiri untuk menarik diri dari proyek pembangunan PLTU batu bara setelah mereka menyatakan akan tetap melanjutkan rencana pembangunan PLTU Quang Trach 1 yang memiliki kapasitas 1.200 megawatt (MW) bersama Mitsubishi dan Construction Corporation (CC1) asal Vietnam.
 
Sejong Youn menilai keputusan Hyundai E&C untuk tetap melanjutkan proyek PLTU batu bara di Vietnam telah mencoreng integritas perusahaan dan merusak reputasi yang mereka bangun sebagai perusahaan yang progresif dan berkelanjutan. "Jika proyek ini tetap dilanjutkan, maka Hyundai E&C telah mengkontradiksi visi ESG 2050 Global Green One Pioneer, mereka sendiri," katanya.
 
Keputusan ini juga tidak sejalan dengan komitmen pemerintah Korea Selatan untuk mengakhiri pendanaan batu bara di luar negeri. Walau begitu, Pemerintah Korea Selatan juga dinilai tidak menjaga komitmen dengan tetap melanjutkan pendanaan pada proyek PLTU batu bara Jawa 9 & 10 di Indonesia dan Vung Ang 2 di Vietnam.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif