Ilustrasi sagu. Foto: MI/Amiruddin
Ilustrasi sagu. Foto: MI/Amiruddin

Diversifikasi Pangan, Bulog Perkuat Konsumsi Sagu Lewat Olahan Mi

Ekonomi Kementerian Perindustrian Sagu
Ilham wibowo • 20 Oktober 2020 20:59
Jakarta: Ketersediaan pohon sagu yang melimpah di Tanah Air dinilai perlu lebih banyak dimanfaatkan terutama untuk diversifikasi karbohidrat dan tidak bergantung pada beras.
 
"Produksi lahan sagu Indonesia adalah yang terbesar di dunia dan sangat melimpah di tanah Papua sehingga membutuhkan suatu gagasan untuk menciptakan alternatif pangan diluar beras. Kami melalui kerja sama dengan berbagai pihak telah memulai pengembangan sagu," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat menghadiri peluncuran produk mi sagu buatan Bulog di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2020.
 
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memaparkan bahwa 85 persen luas lahan sagu berada di Indonesia dan tersebar di Sumatra, Maluku, Sulawesi, Papua, dan Papua Barat. Sejauh ini, tingkat produktivitas yang sangat tinggi belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan pangan nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami yakin sagu dapat menjadi alternatif pangan yang menjanjikan dan dapat menjadi kunci ketahanan pangan ke depan. Banyak keunggulan dari pangan sagu dan produk turunannya yang dapat menjadi faktor penguat agar pangan sagu dapat diminati oleh masyarakat Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Buwas ini.
 
Dalam mendukung industri sagu di Indonesia, kata Buwas, pihaknya memiliki rencana pengembangan pabrik pengolahan sagu dan singkong di 20 titik, dengan sembilan titik yang menjadi prioritas. Konsep smart village rencananya akan dikembangkan dengan melibatkan pihak swasta, perguruan tinggi, dan UMKM dengan membangun komunitas berbasis pabrik sagu.
 
"Kekuatan pada jaringan hilir yang dikuasai Bulog melalui Jaringan Penjualan Penugasan (PSO) dan Jaringan Komersial akan mempermudah kita dalam melakukan penyebaran produk mi sagu ke seluruh Indonesia, kami akan pasarkan melalui metode penjualan daring lewat ipanganandotcom dan melalui jaringan Rumah Pangan Kita," paparnya.
 
Dalam kesempatan tersebut Buwas menandatangani MoU antara Bulog dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengenai komitmen pengembangan dan penerapan teknologi untuk pengelolaan pangan lokal. Selain itu, juga dilakukan kolaborasi Bulog dengan PT Bangka Asindo Agri mengenai pengembangan pangan mandiri berbasis singkong dan sagu.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif