Ilustrasi pengunjung berdesakan di Tanah Abang - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi pengunjung berdesakan di Tanah Abang - - Foto: MI/ Ramdani

Apindo: Ramainya Tanah Abang Tak Bisa Jadi Tolok Ukur Ekonomi Bangkit

Ekonomi tanah abang apindo daya beli masyarakat konsumsi rumah tangga Pemulihan Ekonomi Nasional
Suci Sedya Utami • 04 Mei 2021 16:15
Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai membludaknya Pasar Tanah Abang beberapa hari terakhir tidak bisa menjadi instrumen dalam mengukur perbaikan ekonomi nasional.
 
Ramainya Pasar Tanah Abang saat ini hanya momen musiman menjelang Lebaran terutama pada saat Tunjangan Hari Raya (THR) sebagian besar karyawan dan pegawai telah cair.
 
"Ini kan memang mendekati hari Lebaran, orang sudah terima THR otomatis mereka belanja. THR memang mendongkrak daya beli tapi hanya momentum saja. Sebetulnya kalau kayak gini tidak bisa dijadikan tolok ukur," kata Hariyadi kepada Medcom.id, Selasa, 4 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia membenarkan sebagian perusahaan saat ini kondisinya sudah lebih baik dibanding tahun lalu lantaran sebagian perusahaan bisa membagikan THR pada karyawannya. Namun masih ada beberapa sektor seperti pariwisata, transportasi penumpang darat, tekstil dan retail independen yang masih berat.
 
"Sektor itu sudah pada negosiasi sama pekerjanya. Mereka menunda, membayar THR dengan mencicil," ujar dia.
 
Lebih lanjut, selama pemerintah melakukan pembatasan pergerakan masyarakat, maka ekonomi masih akan susah untuk menggeliat.

 
"Selama ditahan seperti ini, ya orang enggak akan beraktivitas, enggak belanja. Belum bisa mengkompensasi keseluruhan," jelas Hariyadi.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif