Ilustrasi produk ponsel pintar asal Korea Selatan - - Foto: dok Samsung
Ilustrasi produk ponsel pintar asal Korea Selatan - - Foto: dok Samsung

Imbas Kebijakan TKDN, Indonesia Setop Impor Ponsel Korea Lewat Vietnam

Ekonomi ponsel pintar impor Kementerian Perdagangan indonesia-korea Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) vietnam
Antara • 22 April 2021 15:54
Jakarta: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan Indonesia tak lagi mengimpor telepon genggam buatan Korea Selatan lewat Vietnam. Hal ini seiring ditetapkannya kewajiban peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk telepon seluler (ponsel).

“Kebijakan terkait TKDN menciptakan nilai tambah. Ini adalah kebijakan yang pintar. Saat ini, impor ponsel Korea Selatan melalui Vietnam ke Indonesia itu nol,” kata Mendag saat menjadi pembicara pada seminar web bertajuk Indonesia Policy Dialogue di Jakarta, Kamis, 22 April 2021.
 
Lutfi mengatakan pada awal penetapan kebijakan TKDN ponsel, pihak Korea Selatan menyampaikan keberatannya melalui surat resmi. Namun regulasi tersebut tetap dijalankan. Jika ingin tetap berdagang di Indonesia, perusahaan ponsel asal Korsel perlu meningkatkan TKDN pada produk mereka. Hal tersebut juga berlaku untuk berbagai merek ponsel yang beredar di Indonesia.

 
“Memang kita perlu melindungi pasar nasional kita, sebagaimana yang dilakukan Australia di berbagai aspek, termasuk menciptakan nilai tambah produk di dalam negeri,” jelas Mendag.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementerian Perindustrian mencatat jumlah produksi ponsel nasional pada 2013 mencapai 105 ribu unit. Angka tersebut meningkat menjadi 60,5 juta unit pada akhir 2017. Kemenkominfo mengumumkan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk ponsel 4G sudah berlaku pada awal 2017.
 
Menurut data Kemenperin 60,5 juta unit itu terbagi menjadi 34 merek, 11 merek di antaranya adalah merek lokal. Pada 2013 lalu, hanya ada dua merek lokal yang diproduksi.

 
Pada 2016, produk impor ponsel menurun kembali sekitar 36 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 18,5 juta unit dengan nilai 775 juta dolar AS. Untuk ponsel produksi dalam negeri, meningkat sebesar 36 persen dari 2015, menjadi 68 juta unit.
 
Kemudian pada 2017, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek.
 
Data Kemenperin kemudian menunjukkan pada 2019 ada 101,4 juta unit yang diproduksi di Indonesia. Sedangkan pada 2020 hingga Agustus produksi ponsel masih berada di tingkat normal meski ada pandemi.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif