Vaksin Covid-19. Foto : Medcom.id.
Vaksin Covid-19. Foto : Medcom.id.

Gugus Tugas: Vaksin Penting untuk Bangun Imunitas Masyarakat

Ekonomi pandemi covid-19 vaksin covid-19
Husen Miftahudin • 19 November 2020 21:17
Jakarta: Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur Kohar Hari Santoso menyatakan vaksin menjadi alat paling efektif untuk menghadapi penyakit infeksi, mencegah terjadinya epidemi maupun pandemi penyakit, serta mengeradikasi penyakit menular.
 
Melalui program imunisasi masal, vaksin terbukti menekan penularan virus campak (measles) dan rubella (campak Jerman) menggunakan vaksin MR. Faktor edukasi yang berkesinambungan dan konsisten juga harus dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi.
 
"Tidak semua kalangan masyarakat mampu menerima vaksin dengan sukarela sebagai hal yang positif dan melindungi. Tidak semua orang mau anaknya diimunisasi, karena adanya ketidak tahuan soal Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)," ujar Kohar dalam keterangan resminya, Kamis, 19 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kohar yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Saiful Anwar Malang menerangkan, di Jawa Timur ada tiga kelompok besar masyarakat. Di daerah barat yang disebut Mataraman biasanya sosok panutannya adalah para pemimpin kawasan seperti lurah.
 
"Ada kultur budaya arek di sekitar Surabaya, biasanya mendengarkan pakar dan para ahli. Kemudian ada daerah tapal kuda yang dominan berbudaya masyarakat Madura. Mereka biasanya mendengarkan tokoh-tokoh agama. Pendekatan kultural ini yang nantinya bakal didukung oleh media," ucapnya.
 
Tak hanya berhenti pada edukasi vaksin, sebutnya, masyarakat juga harus mendapatkan penjelasan yang cukup mengenai KIPI yang bisa terjadi dan diatasi dengan mudah. Terkait hal ini, Gugus Tugas Covid-19 telah menyiapkan tim ahli untuk mengantisipasi bila terjadi KIPI.
 
"KIPI sendiri bukanlah hal yang menakutkan, karena biasanya bersifat ringan. Namun, pencegahan untuk mengurangi risiko kejadian ikutan ini tetap harus dilakukan," tegas dia.
 
Kohar menekankan bahwa masyarakat harus sadar bahwasanya mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Tak hanya terhindar dari rasa sakit, namun juga lebih murah dari segi biaya.
 
"Saya setuju bahwa vaksin MR ada biayanya. Tapi dibandingkan dengan nanti terinfeksi, kalau sampai sakit, atau cacat, itu bebannya lebih tinggi, lebih mahal lagi biayanya," tutup Kohar.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif