Ilustrasi Kemendag jaring ratusan perdagangan online selama covid-19 - - Foto: Shutterstock
Ilustrasi Kemendag jaring ratusan perdagangan online selama covid-19 - - Foto: Shutterstock

Kemendag Jaring Ratusan Perdagangan Online Selama Covid-19

Ekonomi belanja online kementerian perdagangan Berita Virus Corona Hari Ini
Ilham wibowo • 24 April 2020 16:33
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjaring ratusan pedagang online selama pandemi covid-19. Mereka mengambil keuntungan tanpa memperhatikan kualitas produk yang dijual di platform digital.
 
Sekretaris Jenderal Kemendag Oke Nurwan mengatakan pihaknya bakal melakukan pengawasan ketat terutama produk pangan dan alat kesehatan. Sedikitnya 169 pedagang tercatat menjual alat kesehatan berkualitas rendah, dan 143 pedagang menjual bahan pangan di atas harga eceran tertinggi.
 
“Masih ada pedagang yang nekat menjual alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer berkualitas rendah di tengah kondisi sulit pandemi covid-19,” kata Oke melalui keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menegaskan Kemendag akan memberikan perlindungan terhadap konsumen dengan melakukan pengawasan secara intensif di semua platform lokapasar (marketplace).
 
"Kemendag akan menguatkan layanan pengaduan perdagangan dan perlindungan konsumen, khususnya di tengah kondisi sulit pandemi covid-19 ini,” ucap Oke.
 
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono mengatakan sebanyak 312 akun pedagang daring di semua lokapasar sudah diberikan sanksi dengan menutup akunnya atau menghilangkan tautan dari toko online.
 
"Perusahaan atau mereka yang memanfaatkan situasi pandemi covid-19 ini akan dikenakan sanksi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 dan bahkan Undang-Undang Perdagangan Nomor 7 Tahun 2014,” tambahnya.
 
Veri mengungkapkan produk alat kesehatan yang terindikasi menjual dengan harga tinggi dan berkualitas rendah, yaitu hand sanitizer, masker, dan produk kalung Virus Shut Out. Kebutuhan pokok seperti gula kristal putih juga jadi sasaran untuk dijual di atas harga eceran tertinggi.
 
“Pedagang daring minyak goreng terkait harga di delapan lokapasar, 38 pedagang daring bawang putih di lima lokapasar, dan tiga pedagang daring gula kristal rafinasi atau GKR tidak sesuai peruntukan di satu lokapasar,” ujarnya.
 
Selain melakukan pengawasan barang dalam perdagangan daring, Kemendag juga menerima total 127 pengaduan terkait niaga elektronik dari 2018 sampai dengan 2020. Pada 2018, Kemendag menerima sebanyak 44 jumlah pengaduan, pada 2019 sebanyak 76 pengaduan, dan pada 2020 sebanyak tujuh pengaduan.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif