Mentan saat mengunjungi PT Permata Dunia Sukses Utama, di Cilegon. (Foto: Dok. Kementan)
Mentan saat mengunjungi PT Permata Dunia Sukses Utama, di Cilegon. (Foto: Dok. Kementan)

Mentan Pastikan Stok Gula Sudah Tidak Ada Masalah

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 02 April 2020 22:15
Cilegon: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjamin stok gula untuk kebutuhan masyarakat aman hingga Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, Kementan juga akan terus berupaya memastikan ketersediaan gula masyarakat dengan harga terjangkau.
 
Hal tersebut dia sampaikan saat meninjau gudang raw sugar dan gudang produk milik PT Permata Dunia Sukses Utama, di Cilegon. Kunjungannya ini merupakan bagian dari arahan Presiden Jokowi agar pemerintah hadir menjaga ketersediaan dan memastikan stabilitas harga pangan selama pandemi virus korona (covid-19) serta jelang puasa dan Idul Fitri tahun ini.
 
“Sesuai dengan perintah Presiden tadi dalam ratas, agar semua menteri melakukan validasi data dari ketersediaan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat. Kami diminta untuk memantau ketat ketersediaan 11 komoditas pangan yang ada dan mevalidasinya ke lapangan. Alhamdulillah semua dalam kondisi yang aman. Hanya gula yang sedikit bersoal, tapi hari ini kita sama-sama berkomitmen untuk mencari solusinya” ujar Syahrul, dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, kelangkaan gula yang terjadi akhir-akhir ini diindikasikan karena adanya keterlambatan distribusi stok ke pasar. Kelangkaan di tengah pandemi corona-19 ini juga mengakibatkan panic buying masyarakat di sejumlah daerah.
Untuk itu dia meminta sejumlah pabrik gula di Indonesia untuk membantu ketersediaan gula konsumsi dan mempercepat pendistribusiannya ke masyarakat.
 
“Kami lakukan berbagai cara, termasuk salah satunya mengajak pabrik gula refinasi ini untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan gula masyarakat. Kami minta untuk memproduksi gula pasir putih konsumsi dengan harga standard Rp12.500," ujarnya.
 
Kementan akan terus memantau pendistribusian pangan, meski ada tantangan terkait pandemi covid-19. Dirinya berharap seluruh pihak ,termasuk dari kepolisian dan TNI untuk ikut mendukung dan memastikan agar tidak ada hambatan bagi pendistribusian pangan termasuk gula ke berbagai daerah.
 
Keyakinannya akan ketersediaan gula yang mencukupi hingga jelang Ramadhan dan Idul Fitri juga didukung dengan adanya prediksi panen petani tebu di sejumlah wilayah. Panen ini diprediksi akan terjadi sepanjang Mei dan Juni mendatang.
 
“Kami yakin stok aman, kami punya persiapan 250 ribu ton gula dari pabrik-pabrik yang ada. Ditambah gula impor yang masuk hingga 150 ribu ton. Nanti, Juni dari petani kita akan ada panen jumlahnya sekitar 500 ribu ton hingga 600 ribu ton,” katanya.
 
Sementara itu, salah satu Direksi Tene Group Yanuar Samron, mengaku siap mendukung pemerintah dalam menyediakan gula kristal putih untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Dia mengaku pihaknya selama dua hari ini telah memproduksi gula kristal putih konsumsi untuk didistribusikan ke pasar-pasar.
 
“Indonesia punya sembilan pabrik gula rafinasi di Pulau Jawa, dan dua di luar Jawa (satu di Makassar dan satu di Lampung). Di sini PT Permata Dunia Sukses Utama ditunjuk untuk siapkan 30 ribu ton gula kristal putih konsumsi untuk kebutuhan Jawa, Bali, dan Sumatera dan sudah siap sekitar 25 ribu ton. Kemudian yang di Makassar kami diminta siapkan 30 ribu ton juga dan sudah siap sekitar 20 ribu ton untuk kebutuhan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” kata Yanuar.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif