Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: MI/Ramdani
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: MI/Ramdani

UU Cipta Kerja Jadi Solusi, Kepala BKPM: Ada 7 Juta Orang Cari Kerja

Ekonomi pengangguran BKPM Omnibus Law
Annisa ayu artanti • 07 Oktober 2020 21:23
Jakarta: Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dinilai mampu menjadi solusi permasalahan pengangguran yang kerap terjadi di Indonesia. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan UU Cipta Kerja mampu menarik investasi.
 
Banyaknya investasi yang masuk ke Indonesia akan menciptakan lapangan kerja baru sehingga bisa menampung pengangguran yang ada.
 
"Hari ini ada tujuh juta calon orang yang mencari pekerjaan, 2,9 juta yang setiap tahun angkatan kerja, dan hampir enam juta yang hari ini terkena PHK gara-gara covid-19. Bagaimana cara mendapatkan lapangan kerja untuk mereka ini, undang-undang ini undang-undang masa depan," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Rabu, 7 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahlil menuturkan, sebagai pintu utama masuknya investasi pihaknya akan mempermudah perizinan bagi para investor dengan terus mengkoordinasikan peraturan-peraturan yang sering tumpang tindih.
 
Ia juga mengungkapkan payung hukum baru ini akan menjawab persoalan-persoalan yang sering dikeluhkan investor.
 
"Terkait itu beberapa keluhan dunia usaha sering mengatakan izin susah karena ada ego sektoral aturan tumpang tindih, tanah yang mahal. Solusinya Undang-Undang Cipta Kerja menjawab ini," ungkapnya.
 
Berdasarkan data BKPM, total realisasi investasi pada 2019 mencapai Rp809,6 triliun yang terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp386,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp423,1 triliun.
 
Sementara itu, pada paruh pertama 2020 realisasi investasi mencapai Rp402,6 triliun atau 49,3 persen dari target penyesuaian 2020 sebesar Rp817,2 triliun. Pada periode ini, realisasi PMA menurun akibat pandemi covid-19 sehingga terjadi pergeseran komposisi.
 
Investasi dalam negeri memberikan kontribusi lebih dari setengahnya, dengan nilai Rp207 triliun atau sebesar 51,4 persen sedangkan PMA sebesar Rp195,6 triliun atau setara 48,6 persen.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif