Vaksin Covid-19. Foto : Medcom.id.
Vaksin Covid-19. Foto : Medcom.id.

Harganya Capai Rp1 Juta, Vaksin Gotong Royong Ditanggung Penuh Perusahaan

Ekonomi vaksinasi vaksin covid-19
Husen Miftahudin • 23 Februari 2021 19:30
Jakarta: CEO dan Founder Klinik Pintar IDI Harya Bimo mengaku belum dapat memastikan harga vaksin yang akan digunakan dalam program vaksinasi Gotong Royong lantaran ditentukan berbagai macam faktor. Namun ia memperkirakan jika vaksin yang dipilih adalah Moderna, Sputnik, dan Sinopharm maka harganya berada di kisaran Rp500 ribu sampai Rp1 juta.
 
"Harga ini kemungkinan juga bisa berubah-ubah akibat banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti bahan baku yang berbeda dalam pembuatan vaksin, efikasi dari setiap vaksin, biaya logistik untuk distribusi, serta faktor teknologi penyimpanan vaksin tersebut," ujar Harya dalam keterangan resminya, Selasa, 23 Februari 2021.
 
Vaksin Gotong Royong merupakan program vaksinasi khusus pekerja yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab perusahaan. Kelompok pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengusulkan vaksin mandiri kepada pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi di kalangan industri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Vaksinasi covid-19 yang dilakukan secara gotong royong ini akan diselenggarakan melalui perusahaan-perusahaan swasta di dalam negeri. Langkah ini akan membantu pemerintah untuk mencapai target pelaksanaan vaksinasi dalam kurun waktu secepat-cepatnya.
 
"Kita mendukung upaya vaksinasi secara gotong royong, karena ini akan mempercepat proses herd immunity di dalam negeri. Bila mau diselesaikan secara cepat, maka dibutuhkan vaksin setidaknya satu juta per hari dan itu akan sangat berat jika dilaksanakan oleh pemerintah saja. Peran swasta sangat diperlukan," tegasnya.
 
Harya berpendapat, izin pembelian vaksin covid-19 oleh perusahaan swasta akan mengurangi beban APBN. Sebagian masyarakat yang menjadi karyawan di perusahaan-perusahaan tersebut pun tetap tidak perlu mengeluarkan biaya vaksin karena biayanya akan dibebankan ke perusahaan-perusahaan tersebut.
 
"Apabila hal tersebut dapat dilakukan secepatnya, maka perusahaan-perusahaan swasta tersebut akan bisa kembali bekerja secara normal dan dapat membantu pemerintah untuk memulihkan perekonomian nasional," tutur dia.
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebelumnya mengakui bahwa pemerintah kini sedang mengupayakan pengadaan 20 juta ampul dosis vaksin Gotong Royong. Vaksin ini akan diberikan kepada 10 juta pekerja dari perusahaan yang mengikuti program vaksinasi Gotong Royong.
 
Adapun distribusi vaksin Gotong Royong akan dilakukan pada Maret 2021 dengan 3,5 juta dosis, vaksin yang digunakan adalah Sinopharm. Pada kuartal kedua, akan datang lagi vaksin Sinopharm sebanyak 11,5 juta dosis.
 
Lalu pada kuartal ketiga, vaksinasi Gotong Royong akan disuplai oleh vaksin Moderna sebanyak 3,5 juta dosis. Kuartal keempat datang lagi sebanyak 1,7 juta dosis vaksin Moderna, sehingga total vaksin Gotong Royong mencapai sebanyak 20,2 juta dosis.
 
"Pada saat Januari kita prioritaskan kepada tenaga kesehatan, dokter, perawat, lalu juga petugas pelayanan publik dan lansia. Pada saat ini mulai bulan Februari pertengahan sampai terus bulan Mei adalah masyarakat rentan dan yang lainnya. Untuk Gotong Royong kita sedang mengupayakan di bulan Maret ini kita akan mendapatkan 3,5 juta vaksin," pungkas Erick.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif