Ilustrasi. Foto: MI/Haryo Prasetyo
Ilustrasi. Foto: MI/Haryo Prasetyo

Neraca Dagang Kopi Olahan RI Masih Surplus USD211 Juta

Ekonomi kopi Kementerian Perindustrian
Ilham wibowo • 01 Oktober 2020 21:42
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan pihaknya terus memacu keberlangsungan usaha sektor industri pengolahan kopi di dalam negeri yang cukup mengalami tekanan terhadap dampak pandemi covid-19. Salah satu caranya adalah memfasilitasi perluasan pasar ekspor.
 
"Industri pengolahan kopi nasional tidak hanya menjadi pemain utama di pasar domestik, akan tetapi juga sudah dikenal sebagai pemain global," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya pada International Coffee Day 2020 yang dilaksanakan secara virtual, Kamis, 1 Oktober 2020.
 
Menperin mengungkapkan ekspor produk kopi olahan memberikan sumbangan pemasukan devisa pada  2019 mencapai USD610,89 juta atau meningkat 5,33 persen dibanding 2018. Ekspor produk kopi olahan tercatat didominasi produk berbasis kopi instan, ekstrak, esens, dan konsentrat kopi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun di tengah imbas pandemi, pada periode Januari-Juni 2020 neraca perdagangan produk kopi olahan masih mengalami surplus sebesar USD211,05 juta. Negara tujuan utama ekspor tersebar ke ASEAN, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab.
 
"Ini merupakan pencapaian yang cukup menggembirakan pada masa pandemi saat ini," tuturnya.
 
Agus optimistis bahwa industri pengolahan kopi nasional akan lebih berdaya saing global karena ditopang berbagai faktor unggulan sebagai negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Pada 2019, produksi biji kopi Indonesia mencapai 729 ribu ton.
 
"Kami secara konsisten melakukan berbagai program strategis, antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi, peningkatan standar dan kualitas produk, fasilitasi mesin peralatan, perbaikan kemasan, serta sertifikasi produk dan kompetensi bagi Industri Kecil, dan Menengah (IKM)," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif