Ketua MPR Bambang Soesatyo. FOTO: MPR
Ketua MPR Bambang Soesatyo. FOTO: MPR

Libur Panjang Tidak Dorong Ekonomi

Pemerintah Diminta Hati-Hati Tentukan Kebijakan Libur Panjang

Ekonomi Virus Korona Ekonomi Indonesia covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
Angga Bratadharma • 26 November 2020 08:15
Jakarta: Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mendorong pemerintah berhati-hati dalam menentukan kebijakan libur panjang pada akhir 2020. Dikarenakan berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya libur panjang dapat menyebabkan kenaikan kasus positif covid-19.
 
Pernyataan tersebut lantaran kebijakan libur panjang pada akhir Oktober 2020 terbukti meningkatkan jumlah kasus covid-19 hingga saat ini. Kondisi tersebut juga belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi rumah tangga.
 
Terkait hal itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengingatkan kepada pemerintah untuk meningkatkan jumlah 3T yakni testing, tracing, dan treatment. Hal tersebut lantaran sampai saat ini ketiga hal itu masih belum optimal dilaksanakan, sehingga berdampak pada naiknya kasus covid-19 setiap harinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Khususnya di masa-masa libur panjang," kata Ketua MPR Bambang Soesatyo, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis, 26 November 2020.
 
Kemudian, ia mendorong pemerintah dan pemerintah daerah bersama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meningkatkan strategi dan langkah untuk mengendalikan mobilisasi masyarakat. Upaya itu agar masyarakat disiplin menerapkan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
 
"Meminta masyarakat dengan kesadaran diri untuk memahami dampak yang ditimbulkan dari covid-19 terhadap kesehatan diri dan masyarakat, serta tidak lengah dengan situasi zona covid-19 yang aman, sehingga dapat terus mawas diri dan disiplin menerapkan protokol kesehatan di manapun berada," kata Bamsoet, sapaan akrabnya.
 
Di sisi lain, pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap keberadaan vaksin covid-19 dapat memberi kepastian pada tahun depan. Apalagi rencana vaksinasi massal oleh pemerintah akan menjadi game changer untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.
 
"Dengan vaksinasi diharapkan faktor ketidakpastian menurun. Karena kita di dunia usaha we don't like surprises," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani.
 
Rosan menjelaskan adanya vaksin akan menambah kepercayaan dan rasa aman bagi para pelaku usaha. Bahkan vaksin dipercaya dapat membantu mendorong belanja dan konsumsi domestik yang merupakan penggerak perekonomian.
 
"Dengan vaksinasi ini diharapkan orang mulai belanja, bepergian, dan meningkatkan investasi. Sekarang top dan middle (income) enggak spending, padahal kontribusinya pada total kontribusi nasional kurang lebih hampir 80 persen lebih. Ini yang enggak berjalan," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif