Pangan. Foto : MI.
Pangan. Foto : MI.

Jaga Harga, Pemerintah Diminta Perhatikan Pasokan Pangan Selama 2021

Ekonomi pemerintah pangan BPS
Husen Miftahudin • 05 Januari 2021 15:50
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang 2020 tercatat rendah sebesar 1,68 persen (yoy). Angka tersebut berada di bawah kisaran sasaran tiga persen plus minus satu persen.
 
Melihat data tersebut, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira justru memproyeksi tingkat inflasi sepanjang 2021 bakal mengalami kenaikan. Hal ini lantaran sejumlah harga komoditas mulai mengalami peningkatan.
 
"Perhatian utama (harus) tetap ke pasokan pangan karena faktor cuaca. Bahkan Presiden (Joko Widodo) sempat singgung soal antisipasi La Nina," pesan Bhima kepada pemerintah untuk menjaga kestabilan harga pangan guna mengendalikan inflasi, Jakarta, Selasa, 5 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Bhima juga mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan kenaikan permintaan komoditas secara global. Ia berkaca pada kasus tingginya permintaan kedelai oleh Tiongkok.
 
"Kasus Tiongkok borong kedelai impor akan menekan pasokan komoditas yang ketergantungan impornya besar," paparnya.
 
Sebelumnya, pemerintah mematok laju inflasi pada 2021 sebesar tiga persen. Angka ini lebih tinggi ketimbang realisasi tingkat inflasi sepanjang 2020 sebesar 1,68 persen (yoy).
 
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) juga menyatakan konsistensinya untuk menjaga inflasi di kisaran sasaran tiga persen plus minus satu persen, yakni sekitar dua hingga empat persen pada 2021.
 
"Bank Indonesia dan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah tetap bersinergi untuk menjaga kestabilan harga," tegas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.  

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif