Ilustrasi jaringan gas. Foto: Dok.MI
Ilustrasi jaringan gas. Foto: Dok.MI

Pertamina EP dan PGN Bersinergi Salurkan Jargas di Semarang

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn) pertamina ep
Husen Miftahudin • 15 Juli 2020 22:03
Jakarta: PT Pertamina EP melalui unit Asset 4 Cepu Field dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) area Semarang melakukan sinergi di tengah kondisi pemulihan Central Processing Plant (CPP) Gundih di Blora, Jawa Tengah yang sempat terbakar beberapa bulan lalu. Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk tetap memberikan layanan terbaik kepada konsumen.
 
Cepu Field Manager Afwan Daroni menjelaskan upaya sinergi tersebut dilakukan melalui mekanisme penyaluran sales gas untuk menyuplai jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah Semarang. Penyaluran penjualan gas jargas Semarang lewat upaya sinergi tersebut telah dilaksanakan sejak Jumat, 10 Juli 2020 lalu.
 
"Penyaluran sales gas ke jargas Semarang pada saat recovery CPP Gundih merupakan bentuk nyata dalam sinergi PEP-SPP-PGN (Jargas Semarang) dalam menangkap peluang ruang improvement sehingga dapat mengoptimalisasi pola operasi yang ada," ujar Afwan dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu, 15 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ke depan, sebutnya, pola operasi ini dapat digunakan kembali pada saat CPP Gundih melakukan turn around atau perawatan menyeluruh fasilitas produksi gas. Adapun sales gas tersebut menggunakan gas pipa linepack PT SPP dengan diameter 20 inch dan panjang 123 kilometer dengan volume gas pada linepack tersebut dapat digunakan untuk jargas Semarang selama empat bulan.
 
Afwan menambahkan volume penggunaan sales gas Jargas Semarang sebesar 0,04 MMSCFD atau 44 MMBTU yang dapat melayani 1.800 sambungan rumah tangga dan akan terdapat tambahan sekitar 6.000 sambungan rumah tangga dalam waktu dekat.
 
Pada awal recovery CPP Gundih, jelasnya, suplai sales gas jargas Semarang menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) Mobile. Sekarang menggunakan gas pipa linepack yang dapat memberikan beberapa manfaat dibandingkan dengan penggunaan CNG Mobile.
 
"Antara lain yaitu keandalan penyaluran sales gas lebih terjamin karena tidak ada potensi keterlambatan pengiriman CNG dan penghematan biaya dari CNG sebesar USD14 per MMBTU menjadi biaya sales gas linepack sebesar USD4,7 per MMBTU," ungkap Afwan.
 
Sementara itu, Sales Area Head PGN Semarang Heri Frastiono menyatakan dukungannya terhadap langkah sinergi yang dijalankan bersama Pertamina EP unit Asset 4 Cepu Field.
 
"Kami sangat menyambut baik penyaluran sales gas jargas Semarang menggunakan gas linepack. Harapan kami pola operasi seperti ini dapat diterapkan kembali pada momen seperti turn around CPP Gundih pada masa mendatang," tutup Heri.
 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif