Proyek infrastruktur - - Foto :AFP
Proyek infrastruktur - - Foto :AFP

21 Proyek Infrastruktur Dapat Penjaminan Rp210 Triliun

Eko Nordiansyah • 10 Maret 2020 13:45
Jakarta: PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) mencatat realisasi penyaluran dana penjaminan untuk 21 proyek infrastruktur selama 10 tahun terakhir. Seluruh proyek dengan total nilai Rp210 triliun ini merupakan proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
 
"Telah dilaksanakan penjaminan untuk 21 proyek kerja sama dengan badan usaha dengan total nilai proyek Rp210 triliun," kata Direktur Utama PT PII Wahid Sutopo dalam 'Infrastructure Outlook' di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin, 9 Maret 2020.
 
Beberapa proyek yang dijamin PT PII ini meliputi 12 proyek sektor jalan, empat proyek sektor telekomunikasi, satu proyek ketenagalistrikan, tiga proyek sektor air minum, satu proyek transportasi perkeretaapian, serta penjaminan dua proyek non-KPBU yakni proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan proyek Hydropower Program PT PLN (Persero).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, PT PII memberikan pinjaman langsung senilai Rp60 triliun yang meliputi proyek pembangunan jalan, air minum, hingga tenaga listrik, transportasi, dan pariwisata. Adapun penjaminan pinjaman langsung (direct lending) BUMN dari lembaga multilateral.

 
"PT PII juga melakukan pengelolaan dari dana Penyertaan Modal Negara (PMN), yang dapat di-laverage 26 kali sampai akhir 2019. Dari dana tersebut dapat membukukan akumulasi saldo laba sebesar 37,5 persen dari total PMN yang telah disetorkan," jelas dia.
 
Ia menambahkan skema KPBU ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam transformasi ekonomi melalui alternatif pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan dalam pengembangan infrastruktur nasional. PT PII berharap dapat menyambungkan benang merah antara para pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan lembaga multilateral serta akademisi.
 
"Dalam acara ini kami harap dapat berdiskusi dan bersinergi serta mengelola ide-ide dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia melalui alternatif financingdemi mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan," ungkapnya.
 
Sutopo juga menjelaskan bahwa memasuki dasawarsa kedua ini, PT PII akan meningkatkan peran strategisnya dan memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan dengan tiga fokus utama yaitu sebagai public risk educator dengan memberikan layanan capacity building dan menjadi pusat rujukan informasi dan referensi terkait pengelolaan risiko kepada sektor publik dalam mengelola infrastruktur.
 
Kedua sebagai development risk manager dengan membantu pemerintah selaku pengelola kebijakan dan pemiliki proyek infrastruktur untuk dapat menjaga pengelolaan risiko. Ketiga membentuk hub infrastructure Indonesia sebagai pusat fasilitasi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan di infrastruktur dari pemerintah, investor, kreditor, akademisi, dan lainnya untuk menciptakan dan menjaga aplikasi best practice dan kebijakan di infrastruktur.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif