Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

4 BUMN Tingkatkan Produktivitas Padi Jadi 7,6 Ton/Ha

Ekonomi BUMN pangan Ketahanan Pangan Panen Raya perusahaan perdagangan indonesia (ppi)
Angga Bratadharma • 17 Oktober 2021 08:42
Jakarta: Program Makmur akhirnya melakukan panen raya perdananya di Desa Tungoi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (B?lm?ng), Sulawesi Utara. Panen tersebut berhasil meningkatkan hasil pertanian khususnya komoditas padi dengan produktivitas mencapai  7,3 ton per ha gabah kering panen per hektar.
 
Selain PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI), panen bersama tersebut dilakukan juga dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain yang ambil bagian dalam program Makmur tersebut, seperti  Pupuk Kaltim, BRI, dan Jasindo.
 
Koordinator Wilayah Timur PPI Hemly Jambo mengatakan kegiatan panen perdana Program Makmur yang merupakan salah satu program Kementerian BUMN, terbukti berhasil meningkatkan produktivitas gabah kering panen padi yang biasanya 3,8 ton per ha menjadi 7,6 ton per ha. Program ini merupakan bisnis model pertanian sebagai solusi pertanian berkelanjutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tang terintegrasi multipihak, mulai dari pendampingan intensif kepada petani dan budi daya pertanian mengunakan pupuk  nonsubsidi dengan berimbang. Dengan meningkatnya produktivitas, otomatis juga meningkatkan pendapatan  petani," katanya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 17 Oktober 2021.
 
Dalam program tersebut, PPI terlibat sebagai distributor integrator, yaitu menyediakan produk keperluan agro input mulai dari penyediaan pupuk berkualitas, benih unggul dan pestisida, sampai dengan pascapanen sebagai offtaker pembelian hasil panen bersama koperasi dan kios mitra binaan yang tergabung dalam program Makmur.
 
Program ini merupakan solusi jangka panjang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil petani melalui pendampingan dan edukasi kepada petani baik secara on farm maupun off farm untuk memberikan jaminan input, kawalan budi daya, teknologi pertanian, jaminan pembelian hasil panen (offtaker), dan jaminan asuransi gagal panen
 
Kelompok tani dan koperasi yang tergabung dalam binaan PPI, dibantu permodalan usaha dari Bank Himbara yakni BRI dan Bank Mandiri, melalui permodalan KUR pertanian sebagai dasar penyaluran kredit melalui berita kesepakatan bersama Rencana Anggran Biaya (RAB) minimal senilai Rp10–25 juta per ha dengan bunga KUR Pertanian enam persen per tahun.
 
PPI dalam menjalankan fungsi integrator dalam Program Makmur Agro-Solution ini merupakan kemitraan sinergi BUMN dengan PIHC dan anak perusahaan seperti Pupuk Kaltim yang ditunjuk sebagai project leader timur Indonesia melibatkan Petrosida Gresik, BRI, Mandiri, Bulog, BPN, Dinas Pertanian, para petani, dan koperasi binaan.
 
Program Makmur tak hanya berlaku bagi tanaman pangan saja, tapi juga tanaman hortikultura. PPI saat ini dalam proses penggabungan BGR ke dalam PPI. Ke depan, PPI dalam ekosistem perdagangan dan logistik rantai pasok pangan, memiliki pengalaman panjang, tentu menjadi nilai lebih untuk mendistribusikan barang dengan baik.
 
Peran PPI dalam mengintegrasikan perdagangan dan logistik klaster pangan akan sangat mendukung Program Makmur Agro Solution terhadap peningkatan hasil panen petani.
 
Ini merupakan salah satu model bisnis dalam penggabungan BGR ke dalam PPI, di mana penggabungan ini sesuai yang diamanahkan Presiden Joko Widodo melalui PP No.97/2021 tanggal 15 September 2021 tentang Penggabungan BGR ke dalam PPI sebagai upaya efisiensi dan efektivitas di rantai pasok pangan.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif