Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Omnibus Law untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi RI

Ekonomi Omnibus Law
M Sholahadhin Azhar • 13 Agustus 2020 21:18
Jakarta: Kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) atau Omnibus Law dianggap mendesak. Sebab survei Bank Dunia, Indonesia masih di peringkat ke-73 dari 190 negara terkait kemudahan berusaha.
 
Regulasi itu dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. "Saya sepakat karena omnibus law itu banyak sisi positifnya," ujar pengamat ekonomi Rahma Gafmi saat dihubungi, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Baca:NasDem Dorong RUU Ciptaker Segera Disahkan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Rancangan UU (RUU) Ciptaker sebagai regulasi sapu jagat harus segera rampung. Sebab aturan tersebut menegaskan regulasi yang tumpang tindih antara pusat dan daerah.
 
Rahma menyebut pembuatan regulasi ini untuk mengubah budaya Indonesia. Khususnya dalam membuat regulasi serupa dengan aturan sebelumnya.
 
Baca:Pembahasan RUU Cipta Kerja Capai 75%
 
Hal tersebut berdampak buruk. Karena membuat perizinan terkendala tumpang tindih aturan.
 
"Jadi kita harusnya dengan omnibus law itu antara peraturan pusat dan daerah itu sejalan," ujarnya.
 
Dengan aturan yang jelas, dampak positif akan datang. Rahma memprediksi pemodal akan membanjiri Indonesia dengan investasi. Mereka tak akan takut dihambat regulasi.
 
"Dengan sejalannya peraturan itu, maka itu akan menciptakan ada daya tarik tersendiri. Sehingga investor itu punya suatu interested pada Indonesia," ujar Rahma.
 
Bank Dunia meminta Indonesia melakukan reformasi pada tiga hal. Salah satunya yakni peraturan.
 
(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif