Ilustrasi. Foto: Dok. Grab
Ilustrasi. Foto: Dok. Grab

Pengemudi Ojek Online Mulai Berburu Produk Penyekat

Ekonomi ojek online virus corona
Ilham wibowo • 14 Juni 2020 13:18
Jakarta: Produk penyekat untuk membatasi penumpang dan pengemudi saat berkendara sepeda motor kini mulai dicari pengemudi ojek online. Hal tersebut usai regulasi yang mewajibkan pengunaannya sebagai protokol kesehatan.
 
"Asosiasi pengemudi ojek online Garda menyambut positif mengenai kewajiban pengemudi ojek online menggunakan penyekat berupa partisi," kata Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono kepada Medcom.id, Minggu, 14 Juni 2020.
 
Igun menuturkan bahwa dirinya telah menghadap langsung Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan Direktur Angkutan Multimoda Kemenhub Ahmad Yani untuk mengajukan konsep protokol kesehatan yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Penggunakan penyekat berupa partisi portabel bagi pengemudi ojek online pun jadi rekomendasi utama dalam menjaga physical distancing dan meminimalisasi penularan covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Garda mengajukan prototipe partisi portabel yang terbuat dari bahan lentur plastik daur ulang polyprophylene berstandar food grade dan memiliki treatment anti bacterial, sehingga aman dari bahan kimia untuk digunakan oleh pengemudi maupun penumpang," ungkapnya.
 
Keberadaan partisi tersebut kini jadi barang incaran para pengemudi ojek online usai statusnya dimasukan dalam regulasi protokol kesehatan. Menurut Igun, pihaknya juga telah bekerjasama dengan swasta nasional yang mengantongi sertifikasi internasional ISO siap produksi massal.
 
"Kami akan bagikan secara gratis kepada anggota asosiasi Garda mereka akan mendapatkan partisi portabel secara bertahap, dalam waktu dekat Garda akan uji coba 100 unit partisi portabel, lalu target Garda akan dibagikan sebanyak 10 ribu partisi untuk pengemudi ojol wilayah DKI Jakarta," ucapnya.
 
Sebelumnya, ojek daring wajib memasang penyekat di antara pengemudi dan pengguna sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 11/2020 Tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19, meskipun belum ada lisensi terkait jaminan keselamatan dan keamanan penggunaan penyekat tersebut.
 
"Baru dibicarakan dengan pakar ITB terkait material dan ukurannya," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi yang dikutip dari Antara, belum lama ini.
 
Ia mengatakan ojek online bisa memasang penyekat tersebut selagi menunggu lisensi atau disesuaikan dengan aturan atau standar yang berlaku.
 
"Sementara yang sudah berinovasi bisa dibuat dulu (penyekatnya), sambil mengupayakan dengan standar yang sesuai," katanya.
 
Budi menambahkan pihaknya akan mengupayakan lisensi paling cepat minggu depan. "Secepatnya minggu depan kalau sudah siap, mungkin KNKT yang akan menerbitkan karena SNI kelamaan," tambahnya.
 
Dalam SE 11/2020 dinyatakan bahwa ojek online atau yang disebut sebagai sepeda motor dengan aplikasi berbasis teknologi informasi diimbau bagi perusahaan aplikasi agar menyediakan pos kesehatan di beberapa tempat dengan menyediakan disinfektan, hand sanitizer, dan pengukur suhu.
 
"Dalam aturan ini juga kami minta perusahaan aplikasi untuk menyediakan penyekat antara penumpang dan pengemudi serta menyediakan tutup kepala (haircap) jika helm dari pengemudi. Meskipun demikian, penumpang disarankan membawa helm sendiri serta tetap melaksanakan protokol kesehatan lainnya. Untuk pengemudi harus menggunakan masker, sarung tangan, jaket lengan panjang, dan hand sanitizer," tutur Budi.
 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif